Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2021
P. 69

Webinar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) diikuti 500 peserta secara luar jaringan (luring),
              dan dalam jaringan (daring).
              Peserta berasal dari perwakilan perusahaan, PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja), dan agen
              Perisai se-Bali.

              Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace menilai, Webinar K3 ini
              sangat penting untuk meningkatkan pemahaman terkait layanan dan manfaat BPJAMSOSTEK.

              Cok Ace dalam kesempatan itu juga menyampaikan perihal kondisi terkini ekonomi Bali.
              Mantan Bupati Gianyar ini menyebut, pandemi Covid-19 menimbulkan keterpurukan ekonomi
              pada seluruh bidang.

              Kemerosotan  pertumbuhan  ekuin  (ekonomi,  keuangan,  dan  industri)  kata  Wakil  Gubernur,
              berdampak fundamental terhadap pengusaha dan tenaga kerja di Pulau Dewata.

              Oleh karenanya ia meminta adanya perpanjangan relaksasi iuran BPJAMSOSTEK bagi pelaku
              usaha dan pekerja sektor kepariwisataan.

              "Kita (pemerintah) rasakan berat. Tetapi kita juga harus merasakan bagaimana beratnya para
              pekerja.  Pekerja  juga  dalam  situasi  seperti  ini,  tidak  pernah  ada  yang  menyangka,"  kata
              Penglingsir  Puri  Ubud  itu,  usai  membuka  Webinar  K3  dan  Forum  Komunikasi  Pembahasan
              Program Kerja Pengawasan Terpadu Kanwil Banuspa Tahun 2021, di Kuta, Rabu (3/3/2021).

              Menyikapi permintaan tersebut, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Bali, Nusa Tenggara,
              dan Papua (Banuspa), Toto Suharto menyampaikan, relaksasi iuran sudah berakhir 31 Januari
              2021  Dikatakan,  keputusan  itu  mengacu  pada  Peraturan  Pemerintah  Nomor  49  Tahun  2020
              tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Nonalam
              Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

              "Nah untuk kesininya, kita belum ada lagi (relaksasi iuran). Karena kami tidak boleh melakukan
              atau membuat aturan sendiri terkait dengan pihak luar. Karena ini adalah turunan dari Undang-
              Undang. Mudah-mudahan kita berharap BSU (Bantuan Subsidi Upah) masih jalan, relaksasi iuran
              masih jalan," ungkapnya.

              Toto  Suharto  menjabarkan,  relaksasi  iuran  yang  berlangsung  enam  bulan  adalah  bentuk
              keberpihakan pemerintah kepada badan usaha dan tenaga kerja.

              Menurutnya, negara berkewajiban hadir di tengah masyarakat yang kesulitan finansial akibat
              pandemi Covid-19.

              "Relaksasi iuran ini kan untuk menyikapi kondisi yang ada, khususnya hotel di Bali yang paling
              banyak. Kan  pegawai  atau  tenaga  kerjanya  ada  yang dirumahkan,  ada yang  jadi  DW  (Daily
              Worker), kan itu kita juga harus akomodir. Sepanjang dia tidak keluar, kalau ada program dari
              pemerintah yang melibatkan datanya BPJS Ketenagakerjaan, pasti mereka dapat," ungkapnya.
              Selain  relaksasi  iuran,  Toto  Suharto  juga  sempat  mengungkapkan  soal  besaran  klaim  sejak
              Januari 2020 hingga 28 Februari 2021.

              Khusus di Bali, BPJAMSOSTEK membayarkan setidaknya Rp122,24 miliar atau 8.516 kasus untuk
              Jaminan Hari Tua (JHT), 277 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau setara dengan Rp3,38
              miliar.

              Sedangkan Jaminan Kematian (JKM) dibayarkan Rp4,53 miliar dengan 111 kasus, dan senilai
              Rp1,16 miliar Jaminan Pensiun (JP). untuk 193 kasus.


                                                           68
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74