Page 299 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 299

REFORMASI BIROKRASI MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

              Digitalisasi menjadi norma baru dan sangat penting bagi suatu entitas termasuk perusahaan
              modern maupun institusi pemerintah dalam memberikan layanan kepada publik.

              Segala sesuatu yang serba terdigitalisasi memungkinkan semuanya menjadi lebih transparan dan
              mudah diakses masyarakat luas.

              Oleh  karena  itu,  pemanfaatan  teknologi  informasi  yang  lebih  optimalkan  akan  menjadi  ideal
              untuk diterapkan pada seluruh sendi kehidupan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
              Reformasi  birokrasi  salah  satunya  juga  sangat  ideal  jika  diwujudkan  melalui  akselerasi
              pemanfaatan  dukungan  teknologi  informasi  secara  intensif  dan  masif.  Hal  ini  penting  agar
              bangsa ini mampu memenangkan kompetisi di pasar global.

              Oleh karena itu, sejumlah kementerian/lembaga berupaya menerapkan pemanfaatan teknologi
              digital dalam upaya reformasi birokrasi secara internal.

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, misalnya. Ia menekankan perlu ada sinergi yang kuat
              dari jajarannya termasuk bagian pengantar kerja pusat dalam menghadapi era digital yang serba
              cepat.

              "Kemnaker berupaya mengoptimalkan kinerja petugas pengantar kerja yang tersebar di seluruh
              Indonesia. Hal ini merupakan upaya dalam menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat
              akibat pesatnya perkembangan teknologi," ujar dia.

              Masyarakat  abad  ini,  kata  dia,  sangat  familiar  dengan  aplikasi  smartphone,  yang  mampu
              menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Termasuk dalam menerima informasi pasar kerja
              dan dunia kerja.

              Kehadiran secara fisik saat ini semakin berkurang dan dalam beberapa kasus dianggap menjadi
              tak terlampau penting. Apalagi di masa pandemi Covid-19. Maka pilihan penggunaan aplikasi
              sekarang ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, diharapkan pengantar kerja dapat menjadi agen
              perubahan yang mampu memberi warna baru dalam budaya organisasi dimanapun berkarya.

              Pihaknya  pun  menggelar  kegiatan  khusus  bertajuk  "Sinergitas  Pejabat  Fungsional  Pengantar
              Kerja  di  Pusat  Dalam  Era  Digitalisasi"  Dalam  Rangka  Perencanaan  Karir  Pejabat  Fungsional
              Pengantar Kerja dan diikuti sekitar 200 orang Pejabat Fungsional Pengantar Kerja belum lama
              ini.

              "Karena dalam situasi pandemi Covid-19 kita harus tetap produktif. Koordinasi yang kuat dan
              berkesinambungan antara Pengantar Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan maupun di BP2IP
              itu sangat diperlukan karena banyak masalah, banyak persoalan menyangkut ketenagakerjaan
              saat ini," ujar dia.

              Pengantar  Kerja,  kata  dia,  berperan  penting  untuk  menurunkan  angka  pengangguran.  Oleh
              karena itu, dia mendorong agar para Pengantar Kerja menyesuaikan cara pandang dan berpikir,
              agar tidak tertinggal dan mampu memenangkan kompetisi di pasar global.

              "Di pundak Pengantar Kerja inilah kami taruhkan. Saya berharap mereka dapat menjadi ujung
              tombak  penempatan  kerja.  mereka  memiliki  peran  sangat  strategis  dan  penting  dalam
              menyukseskan lima dari sembilan lompatan besar Kementerian Ketenagakerjaan," katanya.

              Kelima lompatan besar yang terkait dengan penempatan tenaga kerja tersebut, kata dia, yakni;
              Ekosistem Digital SIAPKerja, Link and Match Ketenagakerjaan, Pengembangan Talenta Muda,
              Transformasi Kewirausahaan, dan Perluasan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

                                                           298
   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304