Page 340 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 340
PEMERINTAH REVISI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA
Pemerintah kembali mengubah libur dan cuti bersama 2021. Hal ini dilakukan di tengah
melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Keputusan merevisi jadwal libur nasional dan cuti
bersama disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Jumat (18/6).
Sebelumnya, aturan perubahan jadwal cuti bersama 2021 sudah tertuang dalam Surat
Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang
Pembahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4
Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.
"Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari
libur cuti bersama," kata Muhadjir.
Adapun rinciannya adalah libur tahun baru Islam 1443 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 10
Agustus, diubah menjadi Rabu, 11 Agustus. Kemudian, libur Maulid Nabi Muhammad Saw pada
19 Oktober diubah menjadi Rabu, 20 Oktober. Selanjutnya, cuti bersama Hari Natal 2021 pada
24 Desember ditiadakan.
Sementara itu. Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menyatakan tidak ada istilah cuti bersama,
termasuk Natal. Hal ini dilakukan karena fokus saat ini adalah menyelamatkan bangsa dari pan-
demi Covid-19.
"Yang kedua, kami sudah sampaikan dalam rapat kepada Bapak Menko bahwa istilah cuti
bersama itu tidak ada. Semua konsentrasi untuk kesehatan masyarakat sebagaimana arahan
Bapak Presiden, arahan Bapak Menko bahwa semua untuk menjaga kesehatan masyarakat dari
pandemi Covid yang ada," u jar Tjah jo.
Tjahjo juga menyoroti agar para aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh mengambil cuti di hari
ke jepit selama pandemi Covid-19. "ASN itu sesuai ketentuan itu mempunyai hak cuti
perorangan. Tetapi kami putuskan bahwa, demi kemaslahatan dalam konteks pandemi Covid ini
bahwa liak cuti ASN itu untuk sementara ditiadakan." kata Tjahjo.
"Pengertian ditiadakan jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan Selasa
libur, terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Lah ini dilarang. Cari cuti hari lain saja,"
jelasnya.
Adapun Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga menyampaikan keputusan peniadaan
cuti bersama Natal dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat.
"Pemerintah ini memahami psikologi atau kejiwaan umat beragama di Indonesia. Jadi meskipun
pandemi Covid ini masih ada dimana-mana, belum hilang secara seluruhnya, tetapi hari libur
tetap diberikan. Hal itu sebagai bentuk penghargaan negara terhadap umat beragama. Demikian
pula dengan peniadaan cuti bersama pada 24 Desember. Saya kira ini sejalan dengan keinginan
kita semua untuk menjaga seluruh masyarakat Indonesia, untuk menjaga kesehatan,
keselamatan dari pandemi Covid-19 ini," kata Yaqut. (dtc, H13-47)
339

