Page 389 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 389
Judul Sebanyak 11 Pekerja Dijanjikan Gaji Besar dan Terbang ke Timur
Tengah, Ternyata.
Nama Media jpnn.com
Newstrend PMI Ilegal
Halaman/URL https://www.jpnn.com/news/sebanyak-11-pekerja-dijanjikan-gaji-
besar-dan-terbang-ke-timur-tengah-ternyata
Jurnalis elvi
Tanggal 2021-06-18 21:38:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Suhartono (Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker) Pastikan bahwa informasi
penempatan PMI ke luar negeri didapatkan atau diklarifikasi sebelumnya melalui Dinas
Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi atau Kabupaten/Kota
setempat
negative - Ridho Amrullah (Koordinator PPMI, Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan
Migran Indonesia) Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan
Uni Emirat Arab yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua
negative - Ridho Amrullah (Koordinator PPMI, Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan
Migran Indonesia) Pelanggaran juga diduga terjadi terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun
2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, di mana pemerintah melarang pengiriman
PMI ke kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga
positive - Yuli Adiratna (Plt. Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia)
Selanjutnya, penanganan para calon pekerja migran tersebut akan dikoordinasikan dengan
Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut
Ringkasan
Sebanyak 11 orang direkrut dan dijanjikan akan diberangkatkan oleh orang perseorangan
sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah.vNamun, ternyata hal mereka
tidak memiliki dokumen yang sesuai dengan prosedural.vHal itu ditemukan oleh Tim Satgas
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas PPMI) dari Direktorat Bina Penempatan dan
Pelindungan Migran Indonesia dan Pengawas Ketenagakerjaan, Kemnaker yang melakukan
Inspeksi Mendadak (sidak) pada Kamis (17/6) di daerah Halim Perdanakusuma, Makassar,
Jakarta Timur.
388

