Page 390 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 390

SEBANYAK 11 PEKERJA DIJANJIKAN GAJI BESAR DAN TERBANG KE TIMUR
              TENGAH, TERNYATA.
              Sebanyak  11  orang  direkrut  dan  dijanjikan  akan  diberangkatkan  oleh  orang  perseorangan
              sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah. Namun, ternyata hal mereka
              tidak memiliki dokumen yang sesuai dengan prosedural.

              Hal itu ditemukan oleh Tim Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas PPMI) dari
              Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia dan Pengawas Ketenagakerjaan,
              Kemnaker  yang  melakukan  Inspeksi  Mendadak  (sidak)  pada  Kamis  (17/6)  di  daerah  Halim
              Perdanakusuma, Makassar, Jakarta Timur.

              Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono menjelaskan 11 CPMI yang akan dikirimkan ke
              Timur  Tengah  ini  dijanjikan  pekerjaan  dengan  upah  yang  tinggi  dan  kemudahan  dalam
              mengurusi prosesnya.

              Atas kejadian tersebut, Suhartono mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada jika
              ada pihak-pihak yang merayu untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah, apalagi untuk bekerja
              ke luar negeri sebagai PLRT di negara Timur Tengah.

              "Pastikan  bahwa  informasi  penempatan  PMI  ke  luar  negeri  didapatkan  atau  diklarifikasi
              sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
              atau Kabupaten/Kota setempat," tegasnya.

              Dia juga meminta para pencari kerja juga dapat mengakses karir hub melalui aplikasi Sisnaker
              yang tersedia pada smartphone android untuk mencari segala informasi ketenagakerjaan.

              Koordinator  PPMI  Direktorat  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia  Ridho
              Amrullah mengemukakan sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat
              bahwa terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.

              "Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab
              yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua," Ridho.

              Ridho mengatakan 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
              dipersyaratkan, sehingga membuat pelindungan terhadap mereka menjadi rentan.

              Mereka  berasal  dari  berbagai  daerah,  yaitu,  Bangka  Belitung,  Madiun,  Pandeglang,  Musi
              Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung, Purbalingga, dan
              Cilegon.

              Menurut  Ridho,  rencana  pengiriman  CPMI  ke  luar  negeri  ini  melanggar  Keputusan  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian Dan Pelarangan Penempatan
              Tenaga  Kerja  Indonesia  Pada  Pengguna  Perseorangan  Di  Negara-Negara  Kawasan  Timur
              Tengah.

              "Pelanggaran  juga  diduga  terjadi  terhadap  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,  di  mana  pemerintah  melarang  pengiriman  PMI  ke
              kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga," kata Ridho.

              Plt. Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia, Yuli Adiratna menyatakan
              pihaknya bersama Pengawas Ketenagakerjaan dan kepolisian akan mendalami adanya indikasi
              tindak  pidana  pada  kasus  ini.  Kemnaker  juga  akan  bersikap  tegas  kepada  perusahaan
              penempatan PMI yang terlibat dalam kasus ini.




                                                           389
   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395