Page 477 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 477
Menurut dia, penurunan upah buruh menunjukkan lesunya aktivitas produksi akibat adanya
pembatasan sosial yang menghambat mobilitas, baik bahan produksi atau juga barang yang siap
untuk dijual oleh perusahaan.
"Rilis data Sakernas menunjukan upah buruh mengalami penurunan 5,20 persen atau menjadi
Rp 2,76 juta," ujarnya secara daring dalam pembukaan Digital Career Expo 2021 di Jakarta,
Jumat (18/6/2021).
Sementara itu kata Menaker, laju tingkat pengangguran terbuka mengalami peningkatan 1,84
persen dari Agustus 2019, atau menjadi 7,07 persen.
Ida menambahkan, di tengah situasi pandemi Covid-19, dukungan dan kerja sama dari berbagai
pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, kesehatan, akademisi, dukungan swasta dan
masyarakat sangat penting.
Ia berharap, dukungan semua pihak bisa menstabilkan kembali kondisi ekonomi serta
menggerakan kembali sektor ketenagakerjaan agar terwujud kesejateraan masyarakat.
Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email "Oleh sebab itu, pelaksanaan Digital Karir Expo di masa sekarang ini merupakan
suatu upaya yang sangat bermanfaat dan berkontribusi terhadap penciptaan peluang bagi
tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Dan Perusahaan juga dapat memperoleh kandidat
yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi jabatan yang ditawarkan," ujarnya.
Selain aman, lanjut dia, pelaksanaan Digital Karir Expo dinilai lebih efisien karena akan
mengurangi biaya yang harus dikeluarkan baik oleh pencari kerja, perusahaan bahkan
penyelenggara.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga berpesan sekaligus mengingatkan, selama
perhelatan Job Fair, pihak penyelenggara tak boleh memungut biaya kepada para pencari kerja.
"Karena (pemungutan biaya Job fair) bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan, Konvensi ILO Nomor 88 Tahun 1948 yang sudah diratifikasi
dengan Kepres Nomor 36 Tahun 2002 serta Permennaker Nomor 39 Tahun 2016 tentang
Penempatan Tenaga Kerja," ucapnya.
.
476

