Page 486 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 486

TKI ASAL LEMBANG YANG SAKIT-SAKITAN DI MALAYSIA ILEGAL, DISNAKERTRANS
              TETAP BANTU KEPULANGANNYA
              Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Kabupaten  Bandung  Barat  (KBB)
              memastikan bahwa Endik Sopandi (44), tenaga kerja Indonesia (TKI) yang saat ini tengah sakit-
              sakitan di Malaysia merupakan TKI ilegal.

              Sebelumnya, TKI asal Kampung Gamlok, RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, ini
              harus merasakan perihnya hidup di Malaysia hingga meminta pertolongan agar bisa dipulangkan
              dari Negeri Jiran itu Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans
              KBB, Sutrisno, mengatakan, Endik dipastikan sebagai TKI ilegal karena selama di Malaysia, dia
              tidak memiliki paspor.

              "Jelas  ilegal  di  Malaysia  tanpa  paspor.  Sudah  ditanya tidak  tahu  agen maupun  sponsornya,"
              ujarnya saat dihubungi, Jumat (18/6/2021).

              Meski begitu, pihaknya akan berupaya memulangkan Endik ke Indonesia.

              Disnakertrans  KBB  sudah  mengajukan  surat  permohonan  dan  pengumpulan  dokumen  yang
              bersangkutan.

              Kemudian, kata dia, pihaknya akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia
              (KBRI) yang ada di Malaysia untuk memulangkan TKI tersebut.

              "Bagaimanapun itu warga kita. Saya upayakan kepulangannya," ucap Sutrisno.

              Diberitakan sebelumnya, Endik meminta pertolongan agar bisa dipulangkan dari Negeri Jiran itu
              lantaran sakit-sakitan.

              Diatak punya uang untuk bertahan hidup di perantauan setelah tak mampu bekerja lagi.

              "Saya enggak bisa kerja karena muntah darah setiap hari. Ke pengurus, aparat pemerintah saya
              minta tolong untuk dipulangkan. Saya enggak punya biaya, enggak punya dokumen, hanya KK
              dan  KTP,"  ujarnya  melalui  sebuah  rekaman  video  berdurasi  12  menit  yang  diterima  Tribun,
              Selasa (15/6/2021).

              Dalam video tersebut, Endik menyebut dia bekerja sebagai TKI di Malaysia sejak 2015.

              Tetapi dia tak bisa lagi bekerja karena kondisi kesehatannya setiap hari menurun sejak beberapa
              bulan lalu.

              Pahitnya hidup Endik di Negeri Jiran itu, bermula saat dia berangkat melalui sebuah agen dengan
              membayar uang sebesar 3.800 ringgit atau sekitar Rp 12 juta.

              Dia kemudian bekerja di daerah Langkawi sebagai sopir di pencucian kendaraan.

              Di tempat kerja yang pertama itu, Endik hanya bertahan selama 1,5 tahun.

              Dia langsung melarikan diri ke daerah Lengkawi karena tidak betah akibat pekerjaannya tidak
              sesuai dengan harapan.

              "Bekerja hanya dikasih makan sehari sekali. Itu juga hanya mi, bukan nasi," kata Endik.
              (*).





                                                           485
   481   482   483   484   485   486   487   488   489   490   491