Page 504 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 504

"Pastikan  bahwa  informasi  penempatan  PMI  ke  luar  negeri  didapatkan  atau  diklarifikasi
              sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
              atau  Kabupaten/Kota  setempat.  Para  pencari  kerja  juga  dapat  mengakses  karir  hub  melalui
              aplikasi  Sisnaker  yang  tersedia  pada  smartphone  android  untuk  mencari  segala  informasi
              ketenagakerjaan," kata Dirjen Suhartono.

              Koordinator  PPMI,  Direktorat  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia,  Ridho
              Amrullah mengemukakan, Sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat
              bahwa terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.

              "Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab
              yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua," sebut Ridho.

              Ridho mengatakan, 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
              dipersyaratkan,  sehingga  membuat  pelindungan  terhadap  mereka  menjadi  rentan.  11  CPMI
              tersebut  berasal  dari  berbagai  daerah,  yaitu,  Bangka  Belitung,  Madiun,  Pandeglang,  Musi
              Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung, Purbalingga, dan
              Cilegon.

              Rencana  pengiriman  CPMI  ke  luar  negeri  itu  melanggar  Keputusan Menteri  Ketenagakerjaan
              Nomor  260/2015  tentang  Penghentian  Dan Pelarangan  Penempatan  Tenaga  Kerja  Indonesia
              Pada Pengguna Perseorangan Di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah.

              "Pelanggaran  juga  diduga  terjadi  terhadap  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,  di  mana  pemerintah  melarang  pengiriman  PMI  ke
              kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga," kata Ridho.

              Plt. Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia, Yuli Adiratna menyatakan
              pihaknya bersama Pengawas Ketenagakerjaan dan Kepolisian akan mendalami adanya indikasi
              tindak  pidana  pada  kasus  ini.  Kemnaker  juga  akan  bersikap  tegas  kepada  perusahaan
              penempatan PMI yang terlibat dalam kasus ini.

              "Selanjutnya,  penanganan  para  calon  pekerja  migran  tersebut  akan  dikoordinasikan  dengan
              Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut," ucap Yuli.
































                                                           503
   499   500   501   502   503   504   505   506   507   508   509