Page 508 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 508

"Pastikan  bahwa  informasi  penempatan  PMI  ke  luar  negeri  didapatkan  atau  diklarifikasi
              sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
              atau  Kabupaten/Kota  setempat.  Para  pencari  kerja  juga  dapat  mengakses  karir  hub  melalui
              aplikasi  Sisnaker  yang  tersedia  pada  smartphone  android  untuk  mencari  segala  informasi
              ketenagakerjaan," kata Suhartono.

              Koordinator  PPMI,  Direktorat  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia,  Ridho
              Amrullah mengatakan, Sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat
              bahwa terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.

              "Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab
              yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua," Ridho.

              Ridho mengatakan, 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
              dipersyaratkan, sehingga membuat pelindungan terhadap mereka menjadi rentan.

              Para  CPMI  berasal  dari  berbagai  daerah,  yaitu,  Bangka  Belitung,  Madiun,  Pandeglang,  Musi
              Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung, Purbalingga, dan
              Cilegon.

              Menurut  Ridho,  rencana  pengiriman  CPMI  ke  luar  negeri  ini  melanggar  Keputusan  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian Dan Pelarangan Penempatan
              Tenaga  Kerja  Indonesia  Pada  Pengguna  Perseorangan  di  Negara-Negara  Kawasan  Timur
              Tengah.

              "Pelanggaran  juga  diduga  terjadi  terhadap  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,  di  mana  pemerintah  melarang  pengiriman  PMI  ke
              kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga," kata Ridho.

              Plt  Direktur  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia,  Yuli  Adiratna  menyatakan
              pihaknya bersama Pengawas Ketenagakerjaan dan kepolisian akan mendalami adanya indikasi
              tindak pidana pada kasus ini.

              Kemnaker juga akan bersikap tegas kepada perusahaan penempatan PMI yang terlibat dalam
              kasus ini.

              "Selanjutnya,  penanganan  para  calon  pekerja  migran  tersebut  akan  dikoordinasikan  dengan
              Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut," kata Yuli.


























                                                           507
   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513