Page 514 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 514

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan
              11.000  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  dari  Malaysia.  Kementerian  Sosial  siap  memfasilitasi
              penyediaan lahan hidup mereka di daerah masing-masing.

              Sebelumnya,  Mensos  menerima  usulan  dari  Pemerintah  Provinsi  Sulawesi  Barat,  agar  PMI
              ditampung di shelter terlebih dulu. Namun, ia menolak usulan tersebut.



              MENSOS SIAP MEDIATORI 11.000 PEKERJA MIGRAN YANG TIBA DI INDONESIA
              Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan
              11.000  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  dari  Malaysia.  Kementerian  Sosial  siap  memfasilitasi
              penyediaan lahan hidup mereka di daerah masing-masing.

              Sebelumnya,  Mensos  menerima  usulan  dari  Pemerintah  Provinsi  Sulawesi  Barat,  agar  PMI
              ditampung di shelter terlebih dulu. Namun, ia menolak usulan tersebut.

              “Saya menyarankan untuk PMI asal Sulawesi Barat langsung saja dipulangkan ke tempatnya
              masing-masing,” kata Mensos usai menerima audiensi Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), H. M.
              Ali Baal Masdar, di Jakarta, Jumat (18/6).

              PMI asal Sulbar akan datang secara bergelombang. Pada kesempatan awal diperkirakan akan
              tiba 1000 orang. Kemudian akan datang lagi sekitar 7.500 orang bulan depan, sampai mencapai
              11.000 orang.

              Mensos menyakinkan Gubernur Ali bahwa Kemensos akan ikut berkontribusi mengatasi masalah
              PMI sesampainya di tanah air. “Saya akan menjadi mediator untuk bagaimana mereka pulang
              ke daerah masing-masing. Saya akan menyurati kepala daerah yang mampu untuk membiayai.
              Bagaimanapun itu juga warganya,” ujar Mensos.

              Melalui Gubernur Ali, Mensos juga berpesan kepada kepala daerah di Sulbar agar memetakan
              potensi yang bisa dikembangkan di daerahnya. Potensi itu yang harus digali dan dikembangkan
              untuk memberdayakan PMI yang tiba di tanah air.

              Oleh karena itu, Mensos minta Gubernur Sulbar agar melakukan tracing lebih dulu kepada PMI.
              Apa saja ketertarikan PMI terhadap bidang pekerjaan yang bisa menjadi gantungan hidup setelah
              mereka tiba di daerah asal.

              “Kita akan pikirkan dari sekarang mereka akan bekerja apa, bagaimana kemudian kita dapat
              melakukan treatment. Dari awal PMI diwawancarai, ditanya keinginan mereka itu apa. Sehingga
              saat mereka datang bisa kita tangani,” ucap Mensos.

              Pemetaan  terhadap  potensi  daerah  juga  penting  dilakukan,  sebab  dari sana  Kemensos  akan
              menentukan jenis intervensi apa yang bisa disinergikan. “Pendataan untuk potensi yang ada di
              Sulawesi Barat juga perlu. Sehingga Kemensos dapat membantu mengembangkan potensi yang
              ada,” Mensos menambahkan.

              Peran Kemensos sendiri dalam pemulangan PMI yaitu mulai dari Rehabilitasi Sosial, Pemulangan,
              sampai dengan Reintegrasi.

              Ali Baal Masdar mengaku sangat mengapresiasi sambutan dan kesediaan Mensos membantu
              memediatori  kepulangan  PMI.  Kesediaan  Mensos  yang  akan  membantu,  merupakan  sinyal
              penting bagi Pemprov Sulbar untuk meningkatkan kesiapan menerima PMI.




                                                           513
   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518   519