Page 705 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 705
Misalnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang sudah mengumumkan akan
menutup 96 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Kabar itu pun kembali dibahas Komisi XI DPR pada saat rapat dengan manajemen BNI dan BTN.
Pihak DPR menanyakan dampak penutupan jaringan kantor terhadap karyawan.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menjelaskan, perusahaan saat ini tengah melakukan
transformasi. Hal itu dilakukan mengingat perubahan kondisi yang didorong oleh pandemi Covid-
19.
"Dalam situasi pandemi ini bukan berarti kami konsolidasi tidak ekspansi, kami tetap ekspansi.
Kami melihat banyak perubahan-perubahan di situasi ini kami lakukan transformasi," katanya
yang dikutip dari akun YouTube Komisi XI, Kamis (17/6).
Transformasi yang dimaksudkan termasuk di dalamnya penutupan 96 kantor cabang bank BUMN
itu. Royke pun menegaskan dalam proses transformasi BNI tidak akan ada yang namanya PHK.
Sebab perusahaan tetap melakukan ekspansi.
"Dalam transformasi ini kami jamin tidak ada PHK. Jadi walaupun ada ini (penutupan kantor),
kami lagi rekrutmen baru lagi. Jadi kami tidak ada PHK. Kami lakukan transformasi, karena
transformasi ini mengantisipasi pandemi yang panjang ini," tegasnya.
Royke menjelaskan transformasi di lakukan BNI merupakan langkah antisipasi dari pandemi yang
berkepanjangan.
Selain BNI. ada sejumlah bank di Indonesia yang mengurangi kantor cabangnya beberapa tahun
terakhir.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan jumlah kantor cabang bank mengalami
penurunan lebih dari 3.000 kacab dalam waktu hampir enam tahun.
Deputi Direktur dan Perbankan Internasional OJK Tony mengatakan maraknya transaksi
perbankan secara digital mendorong bank-bank memilih untuk tidak membuka kantor cabang
baru karena dinilai tidak efisien.
"Dalam beberapa tahun terakhir sangat marak transaksi yang dilakukan di berbagai bank melalui
mobile app mereka. Akibat maraknya transaksi melalui mobile mereka, itu berdampak bahwa
masyarakat itu semakin jarang ke kantor cabang bank sehingga bank melihat pendirian kantor
cabang menjadi tidak efisien dan mereka mulai menutupi sejumlah kantor dan mulai beralih ke
layanan elektronik." kata Tony dalam webinar Kolaborasi Bank Digital dan Fintech Dalam
Menopang Perekonomian Nasional di kanal Youtube Berita Satu, Kamis (10/6) sebagaimana
dilansir CNBC Indonesia.
OJK menjabarkan data dari jumlah kantor cabang bank pada Maret 2021 sebanyak 29.889 kantor
cabang. Angka itu menurun dibandingkan dengan keadaan pada Desember 2020 sebanyak
30.733 kantor cabang.
Penurunan ini juga sejalan dengan berkurangnya jumlah bank umum dari sebelumnya 109 bank
pada akhir tahun 2020 menjadi 107 bank di akhir kuartal 1-2021.
Sedangkan sedang akhir 2015, tercatat yang masih beroperasi 32.963 kantor cabang dari 118
bank umum yang ada di Indonesia, (dtc)
704

