Page 708 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 708

Ringkasan

              Venesia Executive Karaoke BSD Tangerang Selatan (Tangsel), nyatanya tetap beroperasi di masa
              Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar  (PSBB) pada  2020  lalu. Tempat  usaha  pariwisata  ini  juga
              melakukan  praktik  prostitusi  dan  tindak  pidana  perdagangan  orang  (TPPO)  yang  kasusnya
              tengah  disidangkan  di  Pengadilan  Negeri  (PN)  Tangerang.  Kepala  Bidang  Penegakan  Perda
              Satpol PP Tangsel Sapto Mulyana menjadi salah seorang saksi yang dihadirkan di persidangan.
              Dia mengaku tidak mengetahui aktivitas ilegal di lokasi usaha pariwisata itu.



              ADA PROSTITUSI DAN PERDAGANGAN ORANG DI VENESIA KARAOKE, SATPOL PP
              TANGSEL KECOLONGAN

              Venesia Executive Karaoke BSD Tangerang Selatan (Tangsel), nyatanya tetap beroperasi di masa
              Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar  (PSBB) pada  2020  lalu. Tempat  usaha  pariwisata  ini  juga
              melakukan  praktik  prostitusi  dan  tindak  pidana  perdagangan  orang  (TPPO)  yang  kasusnya
              tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

              Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Tangsel Sapto Mulyana menjadi salah seorang saksi
              yang dihadirkan di persidangan. Dia mengaku tidak mengetahui aktivitas ilegal di lokasi usaha
              pariwisata itu.

              Sapto  juga  mengatakan,  pihaknya  tidak  diajak  Mabes  Polri  saat  Venesia  Karaoke  digerebek.
              "Terkait kasus yang sudah ditangani, Mabes Polri mengambil langsung tanpa mengajak Satpol
              PP," kata Sapto dalam kesaksiannya di PN Tangerang, Kamis (17/6).

              Sebagai petugas penegak Perda, Sapta mengklaim telah melakukan tugas dan tanggung jawab
              melakukan  pengawasan  dan  pembinaan  terhadap  kegiatan  usaha  dan  aktivitas  masyarakat
              Tangsel. Dia juga pernah mendatangi langsung Venesia Karaoke selama masa PSBB di bulan
              Juni 2020. Namun, tidak melihat adanya pelanggaran dari aktivitas di sana.

              "Selama  pandemi  saat  saya  melakukan  pengawasan  ada  sepasang  suami-istri  menyanyi
              (karaoke) dan dia menginap (di hotel) dan saya minta ditutup dan meninggalkan tempat. Itu
              pada 4 Juni 2020. Saya masuk ke ruang karaoke, (dia) penginap," ujar Sapto.

              Setelah  adanya  penggerebekan  yang  dilakukan  Mabes  Polri,  jajaran  Pimpinan  Kota  Tangsel
              langsung menggelar rapat dan merekomendasikan pencabutan izin usaha pariwisata itu.
              "Terkait  tindakan  lain,  kami  tidak  pernah  dilibatkan  oleh  Mabes  Polri.  Kami  menghormati
              penindakan satu titik," jelas Sapto.

              Dia mengaku baru mengetahui adanya praktik prostitusi terselubung di kamar karaoke Venesia.
              Alasannya,  selama  dia  menjabat  sebagai  Kabid,  tidak  pernah  ada  aduan  masyarakat  terkait
              kegiatan usaha itu.

              "Saya mendengar setelah kejadian (prostitusi dan TPPO), saya tidak pernah mengetahui adanya
              hal itu. Saya juga belum pernah, baik pribadi maupun sebagai pejabat, menerima laporan lisan
              maupun tertulis," ungkapnya.

              Sodikin,  ASN  dari  Dinas  Pariwisata  Pemkot  Tangsel  dalam  kesaksiannya  mengklaim  telah
              menyosialisasikan larangan operasional tempat usaha pariwisata selama masa PSBB.

              "Saat PSBB semua usaha pariwisata ditutup. Saya tidak tahu (Venesia beroperasi), kami yang
              jelas sudah melakukan sosialisasi," jelas Sodikin.


                                                           707
   703   704   705   706   707   708   709   710   711   712   713