Page 577 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2021
P. 577
Karnavian 43 persen 3. Sandiaga Uno 39 persen 4. Mahfud MD 30 persen 5. Sri Mulyani 29
persen Sosok Nadiem Makarim Dinilai Layak Direshuffle setelah Penggabungan Kemendikbud
dan Kemenristek Reshuffle Tinggal Tunggu Waktu Pascapenggabungan dan Pembentukan
Kementerian, Ini Kandidatnya Menteri berkinerja paling memuaskan: 1. Sri Mulyani 54,7 persen
2. Retno LP Marsudi 50 persen 3. Tri Rismaharini 42 persen 4. Tito Karnavian 38 persen 5.
Mahfud MD 34 persen Bambang Pamit Sebagai Menristek, Jokowi Bentuk Kementerian Investasi,
Isu Reshuffle Menggema KSPI: Reshuffle Kabinet Tidak Ada Dampak Positif terhadap
Kesejahteraan Buruh Reshuffle akan Dilakukan Secara Cepat Diwartakan Tribunnews.com
sebelumnya, Pemerintahan Joko Widodo dipastikan akan melakukan reshuffle kabinet dalam
waktu dekat ini.
Bahkan, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memastikan reshuffle
kabinet dilakukan pekan ini.
"Dan tinggal kita tunggu waktunya dalam pekan ini," ungkap Ngabalin, dalam tayangan Kompas
TV, Selasa (13/4/2021).
Isu reshuffle mencuat setelah DPR menyetujui dibentuknya penggabungan Kemendikbud
dengan Kemenristek, dan pembentukan Kementerian Investasi.
Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dikabarkan sudah
berdiskusi mengenai isu reshuffle kabinet Indonesia Maju.
Ngabalin meyakini reshuffle kabinet kali ini akan dilakukan secara cepat.
"Dari biasanya, saya tahu dan beberapa kali saya ikuti Bapak Presiden tidak akan lambat
mengambil keputusan.
"Dan beliau tidak memiliki ketergantungan dengan siapapun untuk mengambil satu keputusan
yang tepat," kata Ngabalin.
Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Siapkan Pengganti dari Teknokrat Jokowi Reshuffle
Kabinet, Ganjar Pranowo Langsung Ditelepon Para Dokter: Kenapa Menkes Bukan Dokter Tiga
Faktor Penyebab Reshuffle Menurut Ali ada tiga faktor yang menyebabkan presiden akan
melakukan reshuffle Kabiner Indonesia Maju Jilid kedua ini.
Faktor pertama yakni adanya rencana penyatuan Kemenristek dan Kemendikbud.
Usulan penyatuan dua kementerian itu pun telah disetujui oleh DPR.
"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah
diambil keputusan, terkait pengabungan Kemenristek ke Kemendikbud." "Kenapa begitu, banyak
kerjadaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)" katanya.
Faktor kedua adalah pamitnya Bambang Brodjonegoro dari Kementerian.
Sehingga menyebabkan kekosongan, sementara Kemenristek belum resmi bergabung dengan
Kemendikbud.
Lalu faktor ketiga adalah adanya rencana untuk membentuk kementerian baru, yakni
Kementerian Investasi.
Adanya kementerian baru, maka akan dibarengi juga dengan adanya Menteri Baru.
.
576

