Page 579 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2021
P. 579

Menurut Ketua Komite Advokasi DPN Apindo Darwoto, perusahaan tersebut membutuhkan waktu
              pembayaran  THR yang  lebih  panjang  dari yang sudah  ditetapkan  melalui  Surat  Edaran  (SE)
              Menteri  Ketenagakerjaan  nomor  M/6/HK.04/  IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  THR
              Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.



              THR BISA DIBAYAR H-1 IDULFITRI

              Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  mengungkapkan  masih  ada  sejumlah  anggota  yang
              terbebani dengan skema pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan lantaran pandemi
              Covid-19.

              Menurut Ketua Komite Advokasi DPN Apindo Darwoto, perusahaan tersebut membutuhkan waktu
              pembayaran  THR yang  lebih  panjang  dari yang sudah  ditetapkan  melalui  Surat  Edaran  (SE)
              Menteri  Ketenagakerjaan  nomor  M/6/HK.04/  IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  THR
              Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

              "Keberatan dari sisi waktu, bukan masalah tidak mau bayar" ujar Darwoto, Selasa (13/4).

              Dalam SE tersebut, Menaker Ida Fauziyah hanya memberikan keringanan bagi perusahaan dalam
              membayar THR sebelum Lebaran atau H-l Idul Fitri. Ruang itu diberikan kepada perusahaan
              yang tidak mampu membayar THR.

              "Ini kan waktunya sempit sekali, tapi kami juga paham jika ada perusahaan yang tidak mampu.
              Ma-kanya,  diberikan  celah  untuk  merundingkan,  untuk  bicara  bipartit  antara  pekerja  dan
              pengusaha karena mereka yang mengetahui kondisinya," imbuhnya.

              la menuturkan, perusahaan tersebut bergerak di sejumlah sektor, antara lain sektor pariwisata,
              perhotelan,  dan  angkutan  transportasi.  Meski  sudah  mendapatkan  stimulus  dari  pemerintah,
              namun  sektor  tersebut  masih  terpuruk  akibat  pandemi  Covid-19.  Belum  lagi,  pemerintah
              mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2021.

              "Sektor yang mengemukan, contoh pariwisata kita tahu kan masih belum tumbuh betul dan
              perhotelan juga sama. Sektor angkutan penumpang juga masih terpuruk " katanya.

              Sebetulnya, kata dia, Apindo sudah mengajukan permintaan keringanan pembayaran THR bagi
              perusahaan  di  sektor  tersebut  sebulan  lalu.  Usulan  itu  juga  telah  dibawa  pada  pembahasan
              Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional (Tripnas) mengenai THR.

              "Tapi, rupanya dari kementerian meresponsnya boleh dilakukan diskusi dengan syaratnya harus
              dibayar H-l dari aturan sebelumnya H-7," jelasnya.

              Oleh  sebab  itu,  ia  menilai  perusahaan  yang  tidak  mampu  membayar  THR  pada  H-7  akan
              memaksimalkan upaya dialog dengan pekerja/buruh. Namun, sampai saat ini, Apindo belum
              menerima laporan perusahaan yang akan mengajukan keringanan pembayaran THR H-l Lebaran
              tersebut.

              "SE baru keluar kemarin, tentu perusahaan berpikir keras bagaimana bisa melaksanakan sesuai
              dengan SE. Namun, yang tidak mampu dan mereka melakukan negosiasi dengan pekerjanya
              nanti mereka tinggal laporkan ke dinas terkait saja," tuturnya.
              Dihubungi  terpisah,  Sekretaris  jenderal  (Sekjen)  Asosiasi  Pertekstilan  Indonesia  (API)  Rizal
              Rakhman mengatakan pengusaha tekstil yang belum mampu membayar THR H-7 Lebaran akan
              memaksimalkan ruang dialog dengan pekerja/buruh.



                                                           578
   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584