Page 607 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2021
P. 607

Kebijakan ini berbeda dengan tahun lalu saat pengusaha diberi kelonggaran dalam pembayaran
              THR karena dunia usaha terdampak Covid-19. Tahun ini, ekonomi diklaim sudah lebih membaik
              sehingga THR wajib dibayar penuh.

              Kawasan  pusat  takjil  Ramadan  Jl.  Menteri  Supeno,  Manahan,  ramai  penjual  dan  pembeli
              hidangan takjil pada Ramadan hari pertama Selasa (13/4/2021) sore. Para pedagang bersyukur,
              Ramadan tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu.

              Berdasarkan  pantauan  pedagang  takjil  di  kawasan  Stadion  Manahan  terpusat  di  Jl.  Menteri
              Supeno. Namun, beberapa pedagang takjil juga berada di Jl. K.S. Tubun dan Jl. M.T. Haryono.
              Para pedagang memulai menggelar dagangan sekitar pukul 15.00 WIB. Kawasan itu mulai ramai
              sekitar pukul 16.30 WIB. Sekitar pukul 17.00 WIB arus lalu lintas kawasan Jl. Menteri Supeno
              padat.

              Salah seorang pembeli takjil, Hermansyah, 29, warga Laweyan, Solo, saat berbincang dengan
              mengaku  sengaja  datang  ke  kawasan  Manahan  sekaligus  ngabuburit  bersama  putrinya.  Ia
              mengira kawasan Manahan sepi penjual takjil karena situasi pandemi.

              "Ternyata cukup ramai, lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Tapi hari pertama belum banyak
              penjual takjil saya rasa," papar dia.

              Manajemen PT Batik Solo Trans (BST) menjatuhkan sanksi kepada pengemudi BST yang nekat
              masuk jalur berlawanan arah di depan SMK Sahid Jl. Yosodipuro, Senin (12/4/2021).

              Tindakan yang tertangkap kamera warga dan diunggah di media sosial itu dianggap melanggar
              aturan lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain. Direktur PT BST, Sri Sadadmojo,
              mengatakan pengemudi tersebut telah dipanggil dan menerima surat peringatan (SP) 1. Catatan
              itu  bisa  mengurangi  nilai  pegawai  yang  bersangkutan  karena  sudah  melanggar  standar
              operasional prosedur (SOP) dan pelayanan.

              "Kami  sudah  memanggil  pengemudi  tersebut.  Ya,  kami  mintai  keterangan.  Alasannya,
              menghindari kemacetan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas). Tapi, itu kan hanya alasan
              karena sekarang mereka sudah tidak dikejar target setelah penerapan buy the service," kata dia,
              dihubungi Espos, Selasa (13/4/2021).

              Ia meminta qmasyarakat aktif melapor apabila menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh
              awak BST. Mereka bakal ditindaklanjuti dan dikenai sanksi apabila terbukti melanggar aturan
              maupun  SOP.  "SP  itu  termasuk  sanksi  berat.  Kami  punya  pengawas  internal  dan  eksternal.
              Mereka yang akan menilai bagaimana sanksinya, kelanjutan, maupun akumulasi pelanggaran,"
              imbuhnya.
























                                                           606
   602   603   604   605   606   607   608   609   610   611   612