Page 615 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2021
P. 615

PENCAIRAN THR MAKSIMAL H-7 LEBARAN

              Tidak Boleh Dicicil

              Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 yang ditujukan kepada
              para gubernur. Isinya tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri bagi
              pekerja/buruh di perusahaan.

              Sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya, pemerintah
              meminta THR yang dibayarkan harus penuh. Pembayarannya juga tidak boleh dicicil. Menaker,
              Ida  Fauzi-yah  mengatakan,  pemberian  THR  keagamaan  merupakan  kewajiban  yang  harus
              dilaksanakan pengusaha kepada pekerja/buruh.

              THR digunakan untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari
              raya keagamaan. "THR merupakan nonupah yang wajib dibayar pengusaha kepada pekerja atau
              buruh," ujarnya dalam temu media kemarin (12/4).

              Pembayaran  THR  harus  dilakukan  maksimal  seminggu  atau  tujuh  hari  sebelum  hari  raya
              keagamaan tiba. Meski begitu, ada kelonggaran yang diberikan pemerintah bagi perusahaan
              yang tak mampu membayar THR karena masih terdampak pan-demi. Perusahaan-perusa-haan
              tersebut diberi waktu maksimal sehari sebelum Lebaran tiba.

              Dengan  catatan,  ada  kesepakatan  atau  pembahasan  secara  bipartit  terlebih  dahulu  antara
              pengusaha dan pekerja. Selain itu. perusahaan diwajibkan untuk membuka laporan keuangan
              mereka secara transparan kepada pekerja. "Ini berdasar laporan keuangan internal selama dua
              tahun terakhir. Harus dibuka secara transparan," ungkapnya.

              Setelah  dicapai  kesepakatan,  perusahaan  wajib  menyerahkan  hasil  dialog  kepada  dinas
              ketenagakerjaan  setempat.  Ida  meminta  gubernur  dan  bupati/  wali  kota  untuk  mengawasi.
              "Kesepakatan  tersebut  harus  dipastikan  tidak  sampai  menghilangkan  kewajiban  pengusaha
              untuk membayar THR 2021 dengan besaran sesuai ketentuan," kata dia.

              THR diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus
              atau  lebih.  THR  juga  diberikan  kepada  pekerja  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan
              pengusaha berdasar perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Perusahaan yang telat membayar THR akan dikenai denda 5 persen dari total THR yang harus
              dibayar  sejak  berakhirnya  batas  waktu  kewajiban  pembayaran.  Namun,  denda  itu  tak
              menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk  tetap  membayar  THR  kepada  pekerjanya.
              Sementara itu, pengusaha yang tak membayar THR akan dikenai sanksi administratif berupa
              teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha perusahaan tersebut.

              Ida meminta pemda untuk tegas dalam menegakkan hukum sesuai kewenangan-nya terhadap
              pelanggaran pemberian 'THR. Termasuk membentuk Pos Komando Pelaksanaan Tunjangan Hari
              Raya Keagamaan Tahun 2021 (Posko THR) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

              Di sisi lain, pengusaha masih menyampaikan keberatan terkait kebijakan pemerintah mengenai
              THR tahun ini.

              Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan
              Industrial  Anton  J.  Supit  menegaskan  bahwa  kebijakan  tersebut  memang  tidak  akan
              berpengaruh pada industri besar yang memiliki kemampuan finansial yang masih baik.
              "Bagi yang mampu tidak masalah. Tanpa SE pun, mereka akan bayar. Persoalannya, kan ada
              yang tidak mampu. Sedangkan SE ini kesannya memaksakan harus bayar lunas," ujar Anton
              kepada Jawa Pos.

                                                           614
   610   611   612   613   614   615   616   617   618   619   620