Page 112 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 112

INI BEDA SKEMA SUBSIDI GAJI 2020 DAN 2021

              Pemerintah kembali menghadirkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji. Kementerian
              Keuangan (Kemenkeu) pun pada Selasa (10/8) telah mencairkan anggaran Rp 947,499 miliar
              untuk  947.499  orang  penerima  BSU,  dari  total  anggaran  yang  dialokasikan  pada  tahun  ini
              sebesar Rp 8,8 triliun. Kendati demikian, ada perbedaan antara skema BSU pada tahun lalu
              dengan  2021.  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  mengungkapkan  perbedaannya  ini
              termasuk dari batasan gaji hingga penyaluran dana BSU.

              Skema BSU pada 2020: 1. Batasan gaji atau upah penerima BSU maksimal sebesar Rp 5.000.000
              2. Tidak ada batas wilayah maupun sektor 3. Dana yang diterima oleh penerima BSU sebesar Rp
              600 ribu per bulan selama 4 bulan. Sehingga jumlah BSU yang didapatkan sebesar Rp 2.400.000
              4.  Penyaluran  dana  BSU  menggunakan  rekening  pribadi  penerima  BSU.  BSU  pada  2021:  1.
              Batasan maksimal gaji atau upah sebesar Rp 3.500.000.

              "Dengan ketentuan pekerja atau buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP atau UMK lebih
              besar  dari  Rp  3.500.000  maka  persyaratan  gaji  atau  upah  tersebut  menjadi  paling  banyak
              sebesar UMP atau UMK dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh," demikian dikutip dari
              akun Instagram resmi Kemnaker pada Rabu (11/8).

              2. BSU diberikan kepada pekerja atau buruh yang bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4,
              kecuali Aceh.

              Kemudian  diutamakan  bagi  pekerja  atau  buruh  yang  bekerja  pada  sektor  industri  barang
              konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
              jasa pendidikan dan kesehatan.

              3.  Dana  yang  diterima  oleh  penerima  BSU  sebesar  Rp  500.000  per  bulan,  dan  disalurkan
              sekaligus untuk dua bulan sebesar Rp 1.000.000 4. Penyaluran dana BSU disalurkan melalui 4
              Bank  Himbara  yaitu  BRI,  BNI,  BTN,  dan  Mandiri.  Khusus  Provinsi  Aceh  menggunakan  Bank
              Syariah Indonesia (BSI).

              Pemberian Subsidi Upah Dinilai Terlambat Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies),
              Bhima Yudhistira menilai pencairan program BSU tersebut terlambat. Sebab kebijakan aturan
              Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat  (PPKM)  Darurat  dan  berlevel  sudah
              berlangsung lebih dari satu bulan.

              "Pencairan yang lambat karena program BSU Rp 1 juta dilakukan saat PPKM Darurat / level 4
              sudah berjalan 1 bulan lebih," kata Bhima saat dihubungi merdeka.com, Jakarta , Rabu (11/8).

              Sementara  itu,  selama  satu  bulan  berlangsung  PPKM  Darurat  sudah  banyak  pekerja  yang
              terdampak. Bahkan jumlahnya semakin banyak karena mobilitas masih dibatasi.

              "Sementara jumlah pekerja yang terdampak pandemi semakin bertambah," kata dia.

              Di sisi lain, Bhima menilai nominal Rp 500 ribu per bulan untuk pekerja masih kurang. Sebab
              selama PPKM banyak pekerja yang dirumahkan dan tidak mendapatkan gaji dari perusahaan.

              "Jumlah nominal BSU dinilai terlalu sedikit dan tidak mencukupi jika hanya 500 ribu per bulan.
              Sementara tidak sedikit pekerja yang bahkan dirumahkan tanpa digaji selama PPKM Darurat,"
              kata dia.

              Idealnya per bulan masyarakat terdampak mendapatkan subsidi Rp 1,5 juta. Selain itu, mereka
              juga  mendapatkan  bantuan  selama  3  bulan  berturut-turut.  Sehingga  minimal  pekerja
              mendapatkan subsidi Rp 5 juta.


                                                           111
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117