Page 19 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 19

Konsep ini sebenarnya juga sudah diberlakukan di negara-negara lain seperti Jepang, Malaysia
              serta Korea Selatan serta negara di Eropa. Di Indonesia kebijakan ini mulai diinisiasi dengan
              program bernama Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              Sesuai konsep dalam jaminan sosial yang ditetapkan International Labor Organization (ILO),
              jaminan  kehilangan  pekerjaan  ini  diharapkan  tidak  hanya  bersifat  sementara  namun  harus
              memiliki aspek-aspek dalam pengembangan unemployment protection.

              Aspek tersebut meliputi kesinabungan (sustainibility), keterjangkauan (affordibility), penerimaan
              (acceptibility) dan memadai (adequacy).

              Secara kondisi aktual, proses pengembangan jaminan sosial masih perlu dikembangkan. Kondisi
              ini  dikaitkan  dengan  makin  banyaknya  penduduk  usia  kerja.  Menurut  data  kementerian
              Ketenagakerjaan  data  penduduk  usia kerja  pada bulan Agustus  2020  di Indonesia sebanyak
              203.972.460 orang (Kementerian Ketenagakerjaan, 2021).

              Data ini meningkat 1,38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini karena penduduk usia
              kerja memiliki porsi di sistem perlindungan dan jaminan sosial.

              Maka  sesuai  dengan  jumlah  data  penduduk  usia  kerja  kita  bisa  melihat  bagaimana  kondisi
              ketenagakerjaan  Indonesia.  Apakah  perlu  dukungan  pengembangan  sistem  jaminan
              perlindungan kehilangan pekerjaan.

              Menurut  kajian  oleh  Direktorat  Kependudukan,  Kesejahteraan  Sosial,  Dan  Pemberdayaan
              Perempuan (2003) dalam dunia ketenagakerjaan ada beberapa fenomena yang dikaji.

              Antara lain masih tingginya angka pengangguran, banyaknya tenaga kerja yang bekerja di sektor
              informal,  rendahnya  upah  dan  masih  sedikitnya  yang  tercakup  dalam  sistem  jaminan  sosial
              tenaga kerja.
              Salah satu aspek yang menonjol adalah angka penganggurannya yang tinggi. Tingginya angka
              pengangguran  tersebut  terjadi  karena  besarnya  supply  tenaga  kerja  (labor  surplus)  akibat
              tekanan  demografis  di  satu  sisi,  sementara  di  sisi  lain  kesempatan  kerja  (employment
              opportunities) masih sangat terbatas akibat pandemi.

              Konsep JKP

              Indonesia  melalui  peran  Kementerian  Ketenagakerjaan  dan  Badan  Pengelola  Jaminan  Sosial
              Ketenagakerjaan  (BP  Jamsostek)  mulai  menerapkan  konsep  unemployment  protection  yang
              diejawantahkan menjadi Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              Program JKP adalah program jaminan kehilangan pekerjaan yang diberikan kepada peserta BP
              Jamsostek ketika mengalami pemutusan hubungan kerja.

              Skema ini juga sesuai dengan pencapaian inovasi kebijakan publik. Yakni dapat menciptakan
              ekosistem berusaha dan bekerja yang lebih baik. Ini supaya pekerja di Indonesia yang berpotensi
              mengalami  risiko  kehilangan  pekerjaan  tetap  mendapat  perlindungan  dan  masih  dapat
              mempertahankan kesejahteraannya.

              Semangat ini juga didukung dengan terbitnya Undang-Undang no 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaran Program
              Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

              Dalam  UU  Cipta  Kerja  tersebut  diatur  bahwa  pekerja/buruh  yang  mengalami  PHK,  selain
              menerima kompensasi PHK juga berhak atas JKP. JKP tersebut merupakan program jaminan
              sosial yang baru dengan manfaat berupa:

                                                           18
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24