Page 20 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 20

Pertama, pelatihan dan sertifikasi; Kedua, uang tunai; Ketiga, fasilitasi penempatan.

              Pekerja  yang  mendapatkan  manfaat  JKP,  tetap  akan  mendapatkan  manfaat  jaminan  sosial
              lainnya  yang  berupa  Jaminan  Kesehatan  Nasional  (JKN),  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK),
              Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKm).

              Kemudian dalam PP Nomor 37 Tahun 2021 juga diatur manfaat yang didapat dari mengikuti
              program JKP ada tiga.

              Yakni manfaat uang tunai yang diberikan setiap bulan maksimal 6 bulan upah, dengan ketentuan
              45% dari upah untuk 3 bulan pertama dan 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya dengan
              dasar upah/ gaji maksimal sebesar Rp 5 Juta (BPJS Ketenagakerjaan).

              Kemudian  manfaat  akses  informasi  pasar  kerja  dan  pelatihan  kerja  yang  terhubung  dengan
              jaringan Kemnaker (BPJS Ketenagakerjaan, 2021).
              Sistem Jaminan Sosial yang hadir di Indonesia merupakan pengalaman dan hasil implementasi
              studi skema perlindungan terhadap pengangguran di negara-negara lain.

              Dengan  skema  jaminan  tersebut  diharapkan  tenaga  kerja  yang  terkena  PHK  dapat
              mempertahankan  taraf  hidupnya.  Dan  saat  kembali  bekerja  bisa  meningkatkan  kemampuan
              melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi.

              Skema Sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan diperoleh sejatinya adalah untuk melindungi risiko
              bagi  para  pekerja  yang  secara  langsung  kehilangan  pekerjaan  akibat  berbagai  penyebab.
              Tentunya  sistem  ini  masih  butuh  pengawasan  dan  penilaian  dari  masyarakat  dalam
              pelaksanaannya.

              Skema ini adalah awal dari harapan kita untuk memberikan perlindungan terhadap kesejahteraan
              pekerja di Indonesia dan kebangkitan laju perekonomian dimasa pandemi.








































                                                           19
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25