Page 239 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 239

dilakukan oleh Indosat Ooredoo telah sesuai dengan dan berdasarkan ketentuan UU No. 2 tahun
              2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
              "Di mana Pengadilan-Pengadilan Hubungan Industrial telah menetapkan bahwa Indosat Ooredoo
              sah melakukan PHK karena Reorganisasi. Saat ini juga telah ada 3 Putusan Mahkamah Agung
              yang  menguatkan  dan  membenarkan  bahwa  Indosat  Ooredoo  sah  melakukan  PHK  karena
              Reorganisasi," paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

              Oleh karena itu, tidak benar Indosat Ooredoo melakukan PHK secara sewenang-wenang atau
              tanpa berdasar kepada ketentuan hukum yang berlaku, seperti melanggar Pasal 38 UU No. 39
              Tahun 1999 tentang HAM dan Pasal 28D Ayat (2) UUD 1945.

              Irsyad menjelaskan terkait dengan tuduhan perusahaan menghentikan pembayaran upah saat
              perselisihan  PHK  masih berproses  di lembaga  penyelesaian  perselisihan hubungan industrial,
              maka  fakta  yang  benar  adalah  Indosat  Ooredoo  melakukan  penghentian  pembayaran  upah
              setelah mendapatkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial.
              Ada dua fakta yang mendasarinya. Pertama, tidak ada perintah pengadilan hubungan industrial
              kepada Indosat Ooredoo untuk terus membayar upah selama proses kasasi.

              Kedua, kewajiban bagi Pengusaha dan Pekerja terbatas sampai dengan selesainya perselisihan
              sesuai  tingkatannya,  yakni  bipartit  atau  mediasi,  atau  pengadilan  hubungan  industrial.  Oleh
              karena itu, Pekerja tidak lagi memiliki kewajiban untuk bekerja dan Pengusaha juga tidak lagi
              memiliki kewajiban untuk membayar upah.

              Irsyad menyampaikan bahwa proses PHK yang dilakukan sudah sesuai dengan UU No.13/2003
              tentang  Ketenagakerjaan  jo  UU  No.2/2004  tentang  Penyelesaian  Perselisihan  Hubungan
              Industrial dan pelaksanaannya berjalan lancar. Prosesnya, Indosat Ooredoo telah melakukan
              Reorganisasi yang dikomunikasikan kepada seluruh karyawan pada 14 Februari 2020.

              Dari pemberitahuan yang disampaikan kepada 677 karyawan, sebanyak 625 karyawan (atau 92
              persen) menerima rencana PHK akibat reorganisasi dan hanya 52 orang (atau 8 persen) yang
              menolak rencana PHK tersebut. Dia menyebutkan, tidak benar tuduhan bahwa Indosat Ooredoo
              menggiring,  menyudutkan,  menjebak,  mengintimidasi  dan  tidak  memberikan  kesempatan
              karyawan dalam mengambil keputusan.
              "Fakta yang benar adalah Indosat Ooredoo memberikan waktu selama 7 hari (14-21 Februari
              2020) bagi karyawan untuk bermusyawarah dengan keluarga dalam pengambilan keputusan,"
              jelasnya.

              Bagi yang menyatakan menolak saat itu, sambung Irsyad, manajemen menghormati keputusan
              mereka  untuk  selanjutnya  berproses  sesuai  dengan  ketentuan  dalam  UU  No.2/2004  yakni
              melakukan Perundingan, Bipartit, Mediasi dan persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial.

              "Kami  menyadari  bahwa  pengaduan  dugaan  PHK  massal  secara  sewenang-wenang  tersebut
              hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari mereka yang pernah menjadi karyawan dan mengalami
              dari dampak perubahan organisasi, sehingga tidak mewakili seluruh karyawan Indosat Ooredoo,"
              katanya.

              Indosat Ooredoo melakukan perubahan organisasi dengan tujuan menjadikan bisnis lebih lincah
              sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar. Perubahan ini
              merupakan bagian dari rencana bisnis yang telah dipersiapkan sejak lama dan merupakan bagian
              dari kelanjutan implementasi strategi 3 tahun perusahaan. Adanya informasi dalam berita ini
              juga sekaligus mengonfirmasi berita sebelumnya berjudul PHK Massal Indosat (ISAT) Berbuntut
              Panjang, Karyawan Laporkan Perusahaan ke Komnas HAM

                                                           238
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244