Page 256 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 256
"Hingga saat kami terus melakukan proses verifikasi dan validasi dengan penuh kehati-hatian
untuk memastikan bantuan tepat sasaran," kata Irvansyah kepada Kontan.co.id, Selasa (10/8).
Pada 30 Juli lalu BP Jamsostek telah menyerahkan data tahap pertama sebanyak 1 juta data
calon penerima BSU 2021, dari total estimasi 8,7 juta calon penerima.
Irvansyah menambahkan, verifikasi data peserta dilakukan sesuai dengan kriteria yang diatur
Permenaker Nomor 16 tahun 2021. Kriteria yang dimaksud ialah, WNI yang dibuktikan dengan
NIK, Pekerja Penerima Upah, Peserta aktif di BP Jamsostek sampai dengan 30 Juni 2021.
Kemudian calon penerima memiliki gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta per bulan,
berada di wilayah PPKM Darurat Level 3 dan 4 sesuai Inmendagri 22/2021 dan 23/2021. Serta
diutamakan bekerja di sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri,
properti & real estate, dan perdagangan & jasa (kecuali pendidikan dan kesehatan) sesuai
dengan klasifikasi data sektoral di BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami juga ingin menyampaikan bahwa BSU ini merupakan salah satu nilai tambah sebagai
peserta aktif BP Jamsostek, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan
Kematian (JKm)," ujarnya.
Sebagai informasi, besaran BSU tahun 2021 sedikit berbeda dengan tahun 2020 lalu. Besaran
subsidi gaji atau upah tahun ini sebesar Rp 500.000 per bulan selama dua bulan, yang akan
diberikan sekaligus sebesar Rp 1 juta kepada pekerja atau buruh yang memenuhi persyaratan.
255

