Page 269 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 269

Terdapat tiga faktor yang menurut Riskiyana menyebabkan PMI lebih rentan terkena TBC, yakni
              faktor individu di mana banyak PMI yang ditempatkan tinggal di pemukiman padat penduduk
              yang  melebihi  kapasitas,  rendahnya  status  sosial  dan  ekonomi,  serta  kondisi  kekurangan
              gizi/malnutrisi di daerah asal.

              Faktor berikutnya adalah hambatan sosial terkait bahasa, budaya, hak azasi manusia, status
              imigrasi serta layanan kesehatan yang tidak ramah terhadap PMI.

              Faktor  terakhir,  kata  Riskiyana  adalah  stigma  yang  berkaitan  dengan  beban  ekonomi  dari
              penyakit,  kondisi  keuangan  PMI  yang  kurang  memadai  dan  apabila  PMI  sakit,  maka  akan
              menurunkan produktivitas dan berisiko kehilangan pekerjaan.

              Ia  mengatakan  penemuan  kasus  TBC  pada  PMI  masih  mengalami  hambatan,  di  antaranya
              pelayanan promotif dan preventif terkait TBC yang belum memenuhi standar, tidak semua pasien
              TBC  di  populasi  PMI  yang  mengakses  layanan  pengobatan  terstandar,  hingga  mekanisme
              pancatatan pelaporan kasus TBC pada PMI yang terintegrasi dengan program TBC nasional.
              Berdasarkan data Kemenkes pada 2020, Indonesia memiliki provinsi dengan penempatan PMI
              tertinggi, yaitu Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) sebanyak 10.060 orang, Kabupaten Malang
              (Jawa Timur) 5.600 orang, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) 5.174 orang, Kabupaten Lampung
              Timur (Lampung) 3.731 orang, dan Kabupaten Lombok Timur (NTB) 3.019 orang.

              Berdasarkan  data  BPS,  kata  Riskiyana,  proporsi  PMI  di  Kabupaten  Indramayu  mencapai  1,2
              persen dari total seluruh angkatan pekerja. "Di tahun yang sama, total PMI yang ditempatkan
              berjumlah 113.173 orang, terdiri atas 36.784 orang PMI formal dan 76.389 orang PMI informal,"
              katanya.

              Berdasarkan  data  Badan  Perlindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (BP2MI),  jumlah  PMI
              bermasalah yang meninggal pada 2018 sebanyak 155 jiwa dan yang sakit 176 orang.

              Riskiyana  mengatakan  upaya  ini  tidak  bisa  diselesaikan  oleh  sektor  kesehatan,  namun  juga
              sektor lain seperti ketenagakerjaan yang berkaitan dengan pekerja migran.

              "Kementerian Kesehatan sedang merumuskan model penanggulangan TBC yang efektif pada
              kelompok pekerja migran Indonesia dengan melakukan analisa situasi menyeluruh terkait situasi
              dan kondisi di lapangan," katanya.






























                                                           268
   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274