Page 295 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 295

Berdasarkan data BPS, proporsi PMI di Kab. Indramayu mencapai 1,2 persen dari total seluruh
              angkatan pekerja yang bekerja. Di tahun yang sama, total PMI yang ditempatkan berjumlah
              113.173 orang, terdiri dari 36.784 orang PMI formal dan 76.389 orang PMI informal.

              PMI  memiliki  masalah  kesehatan  yang  berbeda  dibandingkan  pekerja  pada  populasi  umum,
              termasuk risiko terkena TBC. Terdapat tiga faktor risiko yang menyebabkan PMI lebih rentan
              terkena TBC, yaitu faktor individu di mana banyak PMI yang ditempatkan tinggal di pemukiman
              padat penduduk yang melebihi kapasitas, rendahnya status sosial dan ekonomi, serta kondisi
              kekurangan gizi atau malanutrisi di daerah asal; faktor hambatan sosial terkait bahasa, budaya,
              HAM, status imigrasi, layanan kesehatan yang tidak ramah terhadap PMI, dan stigma; faktor
              beban ekonomi dari penyakit: kondisi keuangan PMI yang kurang memadai dan apabila PMI
              sakit, maka akan menurunkan produktivitas dan berisiko kehilangan pekerjaan.

              "Penanganan perlindungan bagi pekerja migran perlu dimulai dari tahap persiapan berangkat,
              saat  berada  di  lokasi  kerja,  saat  karantina  hingga  ketika  kembali  lagi  ke  tanah  air  karena
              berkaitan dengan risiko penyakit menular, salah satunya tuberkulosis. Sehingga upaya ini tidak
              hanya  bisa  diselesaikan  oleh  sektor  kesehatan  namun  juga  sektor  lain  seperti  sektor
              ketenagakerjaan karena berkaitan dengan pekerja migran," ujar Direktur Kesehatan Kerja dan
              Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Riskiyana, seperti dikutip dari keterangan
              resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 10 Agustus 2021.

              Dalam konteks Indonesia, masih terdapat banyak tantangan dalam penemuan kasus TBC pada
              PMI d iantaranya belum terstandarnya pelayanan promotif dan preventif terkait TBC, tidak semua
              pasien  TBC  di  populasi  PMI  yang  mengakses  layanan  pengobatan  terstandar,  mekanisme
              pancatatan pelaporan kasus TBC pada PMI yang terintegrasi dengan program TBC nasional.

              Berdasarkan beberapa hal ini, penting untuk dilakukan upaya penanggulangan TBC pada PMI
              yang komprehensif dan terintegrasi dengan program TBC nasional.

              Pelibatan pemangku kepentingan lintas program dan sektor serta diperlukannya sebagai acuan
              penyelenggaraan program penanggulangan TBC dalam setiap tahapan yang dilalui PMI, baik
              sejak  di  dalam  negeri,  di  negara  tujuan,  dan  sampai  kembali  ke  tempat  asal  di  Indonesia.
              Bagaimana Upaya Penanggulangan TBC Pada PMI Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja
              Migran Indonesia (BP2MI), jumlah PMI bermasalah yang meninggal pada 2018 sebanyak 155
              jiwa, dan yang sakit 176 orang.

              Meski PMI telah berkontribusi dalam pemasukan devisa negara, tapi perlindungan kesehatan
              pada PMI masih belum berjalan optimal sehingga terdapat cukup banyak kasus pemulangan PMI
              yang memiliki masalah kesehatan, di mana TBC merupakan salah satunya.

              WHO telah memberikan rekomendasi untuk program penanggulangan TBC pada populasi migran
              yang  terdiri  dari  empat  pilar  yang  mencakup  sistem  surveilans  TBC  yang  inklusif  terhadap
              populasi  pekerja  migran,  adanya  kebijakan  multisektor  dan  memastikan  tersedianya  layanan
              kesehatan  bagi  para  migran,  adanya  sistem  kesehatan  yang  sensitif  dan  terintegrasi  untuk
              melakukan segala upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif terkait TBC sesuai dengan
              kebutuhan pekerja, serta memperkuat kemitraan, jejaring, untuk meningkatkan koordinasi dan
              harmonisasi  kebijakan  kesehatan  bagi para migran pada setiap  tahapan yang  dilalui pekerja
              migran.

              Melihat  pentingnya  penanggulangan  TBC  bagi  pekerja  migran  Indonesia,  Yayasan  KNCV
              Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan merumuskan model penanggulangan
              TBC yang efektif pada kelompok pekerja migran Indonesia dengan melakukan analisa situasi
              menyeluruh terkait situasi dan kondisi di lapangan.



                                                           294
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300