Page 346 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 346

Ketua  AUHM,  Zulkarnain  Ali  Naru  mengatakan,  dampak  dari  perpanjangan  PPKM  yang  telah
              diberlakukan 'berlapis-lapis' hingga saat ini, sudah sangat menyengsarakan para pekerja industri
              pariwisata, termasuk sektor hiburan di Kota Makassar.

              Dalam kondisi ekonomi warga yang semakin sulit saat ini, kata dia, pemerintah harusnya bisa
              lebih  mengintensifkan  pelaksanaan  program  vaksinasi  untuk  meminimalisir  resiko  penularan
              serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, bukan dengan seenaknya memperpanjang
              PPKM tanpa kajian dan analisa yang matang, karena nyatanya saat ini rakyat hanya semakin
              susah.

              "Pemerintah harusnya bisa lebih arif, bijaksana dan adil melihat kondisi masyarakat saat ini.
              Khususnya di Kota Makassar, selain rakyat kecil, juga ada sekitar 3.810 pekerja/karyawan usaha
              hiburan yang selama  ini  sudah sangat menderita akibat kebijakan perpanjangan  PPKM yang
              sudah  diberlakukan  'berjilid-jilid'  tersebut,"  ungkap  Zul,  sapaan  akrab  Ketua  AUHM,  Selasa
              (10/8/2021).

              Zul  berharap,  kebijakan  pemerintah  terkait  pelonggaran  sejumlah  usaha  tertentu  juga  bisa
              diberlakukan secara adil dan tidak hanya memberi peluang 'berulang-ulang' bagi usaha-usaha
              lain yang sebelumnya memang tidak ditutup sepenuhnya sejak diberlakukannya PPKM di Kota
              Makassar.

              "Kalau kita mau jujur, PPKM ini bagi pemerintah mungkin menjadi 'solusi' terbaik mengatasi
              pandemi. Namun bagi kami, PPKM justru menjadi 'phobia' yang berkepanjangan. Karena pekerja
              pada  usaha-usaha  hiburan  semisal  Bar  dan  Pub,  Eksekutif  Karaoke  serta  Rumah  Bernyanyi
              Keluarga selama ini, sudah sangat menderita akibat pemberlakuan PPKM. Bahkan sejak tahun
              lalu, ketika PSBB dalam dua tahap diberlakukan, para pekerja sudah merasakan dampak yang
              luar biasa hingga sejumlah tempat mereka mencari nafkah terpaksa ditutup. Bahkan sebagian
              usaha  mulai  bangkrut  dan  ribuan  karyawannya  terpaksa  dirumahkan  tanpa  ada  kejelasan.
              Sementara  bantuan  pemerintah  terhadap  para  pekerja/karyawan  dan  pelaku  usaha  belum
              menyentuh sektor ini" ungkapnya.

              Menyinggung  potensi  penyebaran  virus  corona,  Zul  mengatakan  bahwa  semua  lokasi  tentu
              berpotensi menjadi tempat episentrum. Termasuk toko besar dan usaha-usaha yang sebelumnya
              diberi kelonggaran dalam PPKM Level 4.

              "Kan aneh juga, usaha yang tidak menjalankan Prokes justru diberi kelonggaran buka, sementara
              usaha yang sudah siap menjalankan Prokes malah tidak diizinkan buka," katanya.

              Olehnya itu, bila usaha hiburan masih belum diizinkan buka, dia berharap pemerintah juga bisa
              segera hadir memberikan solusi yang tepat untuk menyelamatkan nasib 3.810 karyawan dan
              pekerja  dari  ancaman  kelaparan,  PHK  besar-besaran  dan  kebangkrutan  usaha  industri
              pariwisata, khususnya sektor hiburan.

              "Meski  sejak  awal  kami  berkomitmen  mendukung  penganganan  Covid-19,  termasuk  selalu
              mengambil bagian dalam mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi untuk
              mengakhiri pandemi ini. Namun, bila kami belum di izinkan buka, maka pemerintah selayaknya
              bisa memberikan solusi kepada para pekerja yang jumlahnya ribuan dan saat ini masih terus
              'dirumahkan' tanpa ada kejelasan nasib mereka," katanya.

              Bagi para pekerja, lanjutnya, yang mereka tahu itu bukan hanya soal kesehatan, tetapi masalah
              ekonomi untuk tetap bertahan hidup dalam masa sulit seperti saat ini juga menjadi hal yang
              penting.

              "Bukan  tentang  PPKM  Darurat  atau  PPKM  Level  4  ini  tak  boleh  dan  tak  pantas  dipilih  oleh
              pemerintah. Semua tahu kedaruratan ini memang harus diambil meski dengan sangat terpaksa

                                                           345
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351