Page 347 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 347

demi keselamatan rakyat yang lebih banyak. Tapi kan pemerintah juga harus tahu, para pekerja
              juga manusia yang butuh makan, butuh biaya sekolah bagi anak-anak mereka, butuh tempat
              untuk berteduh, biaya kost, membayar cicilan kendaraan, tagihan listrik dan kebutuhan lainnya,"
              ungkapnya.

              Pemerintah, kata dia, tidak selayaknya lepas tangan dari aturan yang dibuat tanpa ada solusi
              demi terwujudnya rasa keadilan bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada pada tingkat
              ekonomi menengah ke bawah dan usaha mikro.

              "Kalau mereka terus dibiarkan tanpa ada solusi, bukan tidak mungkin akan banyak yang akan
              memilih utang riba melalui renterir karena tak ada solusi dari pemerintah. Kalau ini terjadi, yah
              pasti akan semakin menyulitkan hidup para pekerja ini ke depan," imbuhnya.

              "Jujur saja, kalau hanya paket Sembako, sekarang ini tak ada lagi nilainya. Tidak ada artinya.
              Percuma, karena kesulitan ekonomi yang dirasakan ribuan pekerja atau karyawan usah hiburan
              saat  ini, sudah berada pada  'Level 10'. Kalau  PPKM itu  baru Level 4. Kalau  cuma sembako,
              dikonsumsi untuk satu keluarga paling habis cuma dalam 2 hari. Mereka kini butuh dana segar.
              Itupun  kalau  cuma  1  jutaan  tidak  bakalan  cukup.  Harus  per  orang  diberikan  bantuan  dana
              minimal 1 bulan gaji sesuai aturan 'upah' yang ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah juga,"
              harapnya.

              Dikatakan, pihaknya sangat menyadari bahwa dalam upaya menekan laju pandemi Covid-19,
              pemerintah harus berperan demi keselamatan rakyat yang lebih banyak. Namun, disisi lain tentu
              pemerintah juga wajib hadir merasakan beban bagi mereka yang terdampak secara langsung.

              "Apapun  masalahnya,  bagaimana  pun  caranya,  kami  hanya  menuntut  pemerintah  bisa
              memberikan solusi kepada para pekerja yang jumlahnya sekitar 3.810 dan ratusan pengusaha
              yang terdampak sejak pemberlakuan PSBB hingga aturan PPKM berlapis-lapis ini. Karena itu
              sudah menjadi tanggungjawab para pemimpin sebagai orang-orang yang terpilih. Mereka harus
              mampu mencari solusinya," jelasnya.

              "Saya  berbicara  sesuai  apa  yang  saya  dengar  dan  lihat  serta  apa  yang  dirasakan  para
              pekerja/karyawan  saat  ini.  Dan,  itulah  kebenaran  yang  harus  disuarakan.  Meski  subyektif,
              setidaknya itu mewakili kebenaran yang ada dari dalam diri mereka dan kita wajib meyakininya,"
              imbuhnya lagi.

              Terakhir,  Kata  Zul,  pihaknya  juga  meminta  Pemkot  Makassar  bisa  segera  menjalankan
              programnya untuk pengukur Zona Covid-19 tiap RT, karena dalam Surat Edaran Walikota, hal
              itu selalu menjadi alasan penutupan sementara usaha-usaha hiburan.























                                                           346
   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352