Page 50 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 50
Guna melidik kasus itu, anggota Polres Tasikmalaya segera meluncur ke Bogor. Selain
menemukan RR (14), polisi juga mendapati 6 perempuan lain yang diduga menjadi korban
human trafficking.
Dari pengakuan para korban, setidaknya ada empat orang pelaku yang terlibat dalam bisnis
haram tersebut Mereka ialah AN (28) warga Sukabumi, L (21) warga Rajapolah, K (22) warga
Cihaurbeuti Ciamis, dan seorang perempuan berinisial S (23) warga Kecamatan Salawu.
Keempat pelaku itu diamankan dari berbagai tempat di Bogor dan Tasikmalaya. Tersangka S
adalah orang yang mencari perempuan ke daerah-daerah. S saat ini sedang hamil 5 bulan.
Peran berbeda
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Ajun Komisaris Hario Prasetyo Seno menuturkan, keempat
pelaku punya peran berbeda. Ada mencari korban, mengantarkan, menampung, dan
"menjajakan" ke lelaki hidung belang. Tarif sekali kencan (1 jam) ialah Rp 300.000.
"Korban yang masih anak-anak, lantas dijajakan ke lelaki hidung belang Rp 300.000 per satu
jam kencan. Nah, para pelaku itu dapat bagian dari transaksi tersebut antara Rp 65.000 sampai
Rp 100.000, tergantung peran masing-masing," ujar Hario.
Untuk pencari korban, beda lagi pendapatannya. Seperti peran S dan K. Mereka mendapat uang
setelah menyerahkan perempuan yang berhasil direkrut. Nilainya antara Rp 200.000 dan Rp
500.000 untuk 1 perempuan. Tergantung usia dan paras korban.
Sementara, L dan AN mendapatkan uang bagian dari mengantar dan melayani tamu yaitu Rp
65.000 hingga Rp 100.000. "Korban RR contohnya. Awalnya dia dijanjikan bekerja di rumah
makan. Ternyata, dieksploitasi untuk seksual," ujarnya.
Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto sangat mengapresiasi Polres Tasikmalaya yang
berhasil mengungkap sindikat perdagangan anak dan perempuan. "Kami masih terus melakukan
pendampingan dan pengawasan terhadap kondisi korban. Kondisi psikis anak belum pulih
sepenuhnya setelah dieksploitasi seksual," katanya.***
CAPTION-
SATRESKR1M Polres Tasikmaya berhasil mengungkap kasus human trafficking atau perdagangan
manusia, Rabu (11/8/2021). Ada 7perempuan yang diduga akan dipekerjakan sebagai pekerja
seks komersial di kawasan Puncak, Bogor, Rabu (11/8/2021) *
49

