Page 72 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 72
Judul Polisi Ungkap Sindikat Perdagangan Orang di Tasikmalaya
Nama Media merdeka.com
Newstrend Perdagangan Orang
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-ungkap-sindikat-
perdagangan-orang-di-tasikmalaya.html
Jurnalis Mochammad Iqbal
Tanggal 2021-08-12 03:31:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Rimsyahtono (Kapolres Tasikmalaya) Empat orang pelaku ini kiya amankan di wilayah
Tasikmalaya dan Bogor. Kasus ini terungkap berkat dukungan masyarakat
negative - Rimsyahtono (Kapolres Tasikmalaya) Saat kita kembangkan, ternyata kasus ini
mengarah ke perdagangan manusia untuk eksploitasi seksual
negative - Hario Prasetyo Seno (Kasat Reskrim Polres Tasik) Pelaku sengaja menjual korban di
Kawasan Bogor. Tarif sekali kencan mencapai Rp300 ribu. Pelaku SE dan KA kebagian uang atas
penjualan anak ini antara Rp 200 ribu dan Rp 500 ribu. Pelaku lain masing-masing LU dan HA
mendapatkan uang bagian dari melayani tamu Rp65 ribu sampai Rp100 ribu
negative - Hario Prasetyo Seno (Kasat Reskrim Polres Tasik) Ancaman hukumannya minimal 3
tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara
Ringkasan
Kepolisian Resor Tasikmalaya mengungkap sindikat perdagangan manusia untuk dijadikan
pekerja seks komersil (PSK). Hal tersebut terungkap berawal dari hilangnya seorang anak,
namun rupanya menemukan korban lainnya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengatakan bahwa dalam pengungkapan tersebut
pihaknya mengamankan empat orang tersangka. Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga
menyelamatkan anak yang hilang dan enam perempuan dewasa yang dipaksa menjadi PSK.
POLISI UNGKAP SINDIKAT PERDAGANGAN ORANG DI TASIKMALAYA
Kepolisian Resor Tasikmalaya mengungkap sindikat perdagangan manusia untuk dijadikan
pekerja seks komersil (PSK). Hal tersebut terungkap berawal dari hilangnya seorang anak,
namun rupanya menemukan korban lainnya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia.
71

