Page 73 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 73
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengatakan bahwa dalam pengungkapan tersebut
pihaknya mengamankan empat orang tersangka. Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga
menyelamatkan anak yang hilang dan enam perempuan dewasa yang dipaksa menjadi PSK.
“Empat orang pelaku ini kiya amankan di wilayah Tasikmalaya dan Bogor. Kasus ini terungkap
berkat dukungan masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/8).
Empat pelaku yang diamankan pihaknya, disebut Kapolres, adalah HA (20), LU (21), KA (22),
dan SE (21). Para tersangka ini diketahui berasal dari Sukabumi, Tasikmalaya, dan Ciamis. Salah
satu tersangka diketahui sedang hamil lima bulan.
Awalnya, dijelaskan Kapolres, pihaknya menerima laporan hilangnya seorang anak perempuan
yang berusia 14 tahun asal Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya selama dua pekan. Sebelum
hilang, korban diketahui sempat ditawari menjadi pelayan di salah satu rumah makan di wilayah
Bogor.
Menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil
menemukan korban. “Saat kita kembangkan, ternyata kasus ini mengarah ke perdagangan
manusia untuk eksploitasi seksual,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno
menyebut bahwa empat pelaku diketahui berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Diantara
mereka ada yang bertugas sebagai pencari korban, pengantar, penampung, hingga
pengeksploitasi korban ke para lelaki hidung belang.
“Pelaku sengaja menjual korban di Kawasan Bogor. Tarif sekali kencan mencapai Rp300 ribu.
Pelaku SE dan KA kebagian uang atas penjualan anak ini antara Rp 200 ribu dan Rp 500 ribu.
Pelaku lain masing-masing LU dan HA mendapatkan uang bagian dari melayani tamu Rp65 ribu
sampai Rp100 ribu,” sebut Hario.
Para tersangka, disebut Hario, oleh pihaknya dijerat menggunakan undang-undang perlindungan
anak dan KUHP. “Ancaman hukumannya minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun
penjara,” tutup Hario. [fik]
72

