Page 88 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 88
Ibu dari SDD, Marni (33) menceritakan, kejadian itu berawal saat ada teman anaknya berinisial
D datang ke rumah kontrakan mereka di Kelurahan Bojongsari pada 1 Juli 2021. Temannya
tersebut lalu meminta izin untuk mengajak korban pergi bermain.
"Temannya itu teman baru kenal, diajak ke main terus dibawa ke rumah orang yang menyalurkan
anak saya ke Papua," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (11/8/2021).
Marni menceritakan, sejak saat itu, nomor kontak anaknya tidak bisa dihubungi. Korban baru
memberi kabar 2 hari setelahnya sejak meninggalkan rumah pada 3 Juli 2021.
Saat itu korban baru memberi kabar kepada ibunya, SDD mengaku tengah berada di Surabaya
dan dipekerjakan di sebuah kedai kopi. Marni yang mengetahui kabar itu, segera meminta
anaknya yang baru kini duduk dikelas 3 SMP itu untuk pulang.
Hanya saja, disampaikan Marni, pada 21 Juli 2021, korban justru kembali memberi kabar bahwa
dirinya dibawa ke Paniai Papua untuk dijadikan PL di sebuah tempat karoke.
Di sana korban diketahui juga mendapat penyiksaan dan tidak diberi makan jika tidak mau
melayani tamu yang datang.
"Karena anak saya kan gak mau kerja begitu, tidak sesuai dengan yang diinginkannya, anak saya
nangis-nangis minta dipulangkan," ujar dia.
Marni mengatakan, dirinya berharap bisa bertemu lagi dengan anak keduanya tersebut.
Kepada pemerintah dan pihak kepolisian, ia berharap dapat membantu proses pemulangan
korban.
"Buat bapak polisi, buat ibu bupati, buat siapa saja tolong bantu biar anak saya pulang," katanya.
87

