Page 94 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 94
"Anak yang dilaporkan hilang, semula ditawari pekerjaan sebagai pelayan rumah makan di Bogor
oleh salah seorang pelaku bernama Selly. Namun bukannya dipekerjakan di rumah makan,
pelaku malah menjual korban di Kawasan Bogor, dengan Tarif sekali kencan mencapai Rp300
ribu," jelas Kapolres Tasikmalaya AKBP. Rimsyahtono kepada RRI.co.id Rabu (11/8/2021).
Setelah melakukan pencarian, Polisi tidak hanya berhasil menemukan anak yang dilaporkan
hilang, namun juga menemukan enam perempuan dewasa, dan empat pelaku dari berbagai
tempat berbeda, di Tasikmalaya, dan Bogor.
Rimsyahtono menjelaskan, pelaku yang diamankan ada empat orang, satu diantaranya
perempuan. Pelaku perempuan ini, diamankan dalam keadaan hamil lima bulan.
"Pelaku ini memiliki peran berbeda, mulai pencari korban, pengantar, penampung dan
mengeksploitasi korban ke lelaki hidung belang," tambah Kapolres.
Atas perbuatan yang dilakukan, para pelaku diancam dengan pasal perdagangan anak, dengan
sanksi pidana maksimal 15 tahun penjara.
Sementara itu Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengapresiasi apa yang
dilakukan Polres Tasikmalaya. Dari hasil pendalaman terhadap orang tua dan anak, faktor
pemicunya adalah kemungkinan pergaulan bebas.
"Hasil pendalaman, ada hal - hal di luar kewajaran. Kami terus melakukan pendampingan dan
dibantu oleh PPA. Kondisi anak belum pulih secara psikis," kata Ato.
Maka dengan kasus ini, Ato mengimbau agar pengawasan orang tua lebih diperhatikan.
"Korban ini orang tuanya sudah bercerai, jadi kurang perhatian orang tua. Ini harus menjadi
perhatian, betapa pentingnya peran orang tua untuk anak," pungkas Ato.
93

