Page 196 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 196
Ringkasan
Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk dibayarkan
kepada pekerja. THR pada masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan
ekonomi nasional, namun bagi penerima THR perlu mengelola dengan bijak Perencana keuangan
Mike Rini Sutikno mengatakan THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari raya. THR dapat
dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai.
PANDEMI BELUM USAI, INI TIPS MENGELOLA THR
Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk dibayarkan
kepada pekerja. THR pada masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan
ekonomi nasional, namun bagi penerima THR perlu mengelola dengan bijak Perencana keuangan
Mike Rini Sutikno mengatakan THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari raya. THR dapat
dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai.
Agar THR tidak cepat habis, maka perlu bijak mengelola THR yang didapatkan pada hari raya.
"Pola pikir kita mengenai THR perlu diubah, THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan
semua pada saat hari raya," ucapnya pada acara webinar dengan tema "Cerdas Kelola Tunjangan
Hari Raya" yang diselengarakan oleh Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (21/4/2021).
Dia menjabarkan THR perlu dikelola dengan bijak dengan THR dibagi kebeberapa pos
pengeluaran. Pos pengeluaran THR yang pertama adalah untuk prioritas, prioritas ini bukan
kebutuhan sehari-hari seperti pengluaran listrik. Prioritas yang dimaksud Mike adalah, untuk
menabung dana darurat, pelunasan hutang, serta investasi untuk masa depan. "Dana darurat
sangat penting karena masa epidemi ini situasi yang tidak pasti. Proporsi untuk pos prioritas ini
adalah 10-30% dari THR yang didapat," ucapnya pada Rabu, (21/04/2021).
Mike menjabarkan lebih lanjut, pos pengeluaran THR selanjutnya adalah zakat, infak, dan
sedekah dengan proporsi 10% dari THR. Pengeluaran untuk sajian khas hari raya sebesar 5 -
15% dari THR. Pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan sebesar 5 -
15% dari THR yang di dapat. "Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai mesti baru,
upayakan belanja berdasarkan kebutuhan bukan atas dasar keinginan," terangnya.
Dia menambahkan dana THR dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti liburan, halal
bihalal, renovasi rumah. "Keperluan seperti ini dialokasikan hanya sekitar 10%-15%," tutupnya.
Direktur Pengupahan Ditjen PHI JSK Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani mengatakan di tengah
pandemi Covid-19, THR wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya,
baik perusahaan lama maupun baru. "THR sekurang-kurangnya dibayarkan tujuh hari sebelum
hari raya," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Dinar menjelaskan pada pademi Covid-19 ini bagi perusahaan yang terkena dampak pademi dan
tidak mampu membayar THR sesuai dengan waktu yang ditentukan, perusahan tersebut tetap
wajib membayar THR. Ketentuan bagi perusahaan yang tidak mampu bayar THR tepat waktu,
maka perlu adanya dialog antara pengusaha dan pekerja untuk kesepakatan tertulis.
Kesepakatan tertulis dalam bentuk perjanjian antara pekerja dengan pengusaha.
195

