Page 249 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 249

KSPI DEMO SERENTAK DI 24 PROVINSI, INI TUNTUTANYA

              Surabaya,  (afederasi.com)  -  Ratusan  buruh  Jawa  Timur  yang  tergabung  dalam  Konfederasi
              Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) kembali melancarkan aksi demonstrasi. Aksi tersebut dilakukan
              serentak di 24 provinsi dan 150 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

              Di Jawa Timur aksi demonstrasi ini dimulai pukul 11.00 WIB yang dipusatkan di Gedung DPRD
              Provinsi Jawa Timur, Jl. Indrapura 1 Surabaya.

              "Untuk  mencegah  penyebaran  Covid-19,  massa  aksi  dibatasi  hanya  200  orang  dengan
              menerapkan  protokol  kesehatan  yang  ketat,"kata  Jazuli,  sekretaris  Perda  KSPI  FSPMI  Jatim,
              Rabu (21/4/2021).

              Dijelaskan  massa  aksi  tersebut  merupakan  perwakilan  buruh  yang  ada  di  Surabaya,  Gresik,
              Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Jember, Probolinggo hingga Banyuwangi.

              Jazuli mengungkapkan, rute yang dilalui massa aksi nanti adalah dari Kab./Kota masing-masing
              menuju  titik  kumpul  utama  di  Kebun  Binantang  Surabaya  (KBS),  untuk  kemudian  secara
              Bersama-sama  bergerak  menuju  kantor  DPRD  Provinsi  Jawa  Timur  melalui  Jl.  Diponegoro,
              Surabaya.

              Berikut  tuntutan  dalam  aksi  demonstrasi  KSPI  Jawa  Timur  hari  ini:  1.  Tolak  Omnibus  Law
              Mendesak Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan Undang-Undang Nomor 11
              Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              2. Mewujudkan Perda Jaminan Pesangon di Jatim Perda Jatim tentang jaminan pesangon ini
              merupakan janji Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Provinsi Jawa Timur pada tahun
              2019  lalu.  Namun  hingga  saat  ini  belum  juga  dilakukan  pembahasan  terkait  Perda  jaminan
              pesangon tersebut.

              "Adanya  Perda  ini  merupakan  solusi  untuk  meminimalisir  konflik  atau  perselisihan  antara
              pekerja/buruh dengan pengusaha," ujarnya.

              Selain itu, adanya Perda jaminan pesangon tersebut dapat meringankan beban pengusaha dalam
              hal  membayar  pesangon.  Hal  ini,  lantaran  pada  konsepnya  Jaminan  Pesangon  ini
              pembayarannya  dicicil  setiap  bulannya.  Secara  ekonomi  juga  menguntungkan  Pemerintah
              Provinsi Jawa Timur, karena pengelolaan dana tersebut diserahkan kepada Bank Jatim.

              3. Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Keternagakerjaan Mendesak Gubernur Jawa Timur agar
              segera membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) sebagaimana amanat Pasal 60 ayat (1) Perda
              Jatim No. 8 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

              "Dengan adanya Tim URC yang terdiri dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, BPJS Kesehatan dan
              BPJS  Ketenagakerjaan,  organisasi  Pengusaha  serta  serikat  pekerja/serikat  buruh  dapat
              menunjang kerja-kerja Pengawas Ketenagakerjaan," kata Jazuli.

              4. Optimalisasi Kepesertaan Jaminan Sosial di Jatim Mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur
              untuk memberikan sanksi administratif tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu (TMP2T)
              kepada perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Kesehatan
              dan/atau BPJS Ketenagakerjaan.

                                                           248
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254