Page 289 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 289

Unjuk  rasa  juga  dilakukan  bertepatan  dengan  sidang  pertama  uji  formil  UU  Cipta  Kerja  di
              Mahkamah Konstitusi pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB.

              Ramidi  menilai  dalam  tahapan  pembentukan  undang-undang,  seharusnya  dilakukan  proses
              perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan dan pengundangan.

              Menurut dia, dalam tahap perencanaan, UU Cipta Kerja tidak memenuhi syarat karena tidak ada
              alasan untuk dibuatnya undang-undang tersebut, baik dalam amanah Undang-Undang Dasar
              1945, maupun Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau TAP MPR.

              Kemudian, UU Cipta Kerja juga disahkan di waktu yang janggal, yakni pada malam hari, ketika
              umumnya masyarakat beristirahat.

              Saat ini, UU Cipta Kerja telah memasuki uji materil ketiga kali, sedangkan uji formil baru dimulai.

              "Uji materil sudah masuk ke tahap tiga. Uji formil baru mau masuk sidang pertama. Perjuangan
              kita masih panjang," kata Ramidi.

              Selain  pembatalan  UU  Cipta  Kerja,  puluhan  buruh  juga  menuntut  diberlakukannya  upah
              minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) pada tahun ini.

              Hal  itu  mengingat  UU  Cipta Kerja  menghapus  ketentuan  UMSK  yang  sebelumnya  ada  di  UU
              Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 89.

              Buruh juga meminta agar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini dibayar secara penuh, bukan
              dengan cara dicicil.











































                                                           288
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294