Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 33

PANDEMI BELUM USAI, BAGAIMANA MENGELOLA THR?

              JAKARTA -- Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk
              dibayarkan  kepada  pekerja.  THR  pada  masa  pademi  Covid-19  merupakan  salah  satu  daya
              pemulihan ekonomi nasional, namun bagi penerima perlu mengelola dengan bijak. Perencana
              Keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari raya. THR
              dapat digunakan untuk biaya setelah hari raya usai. Agar THR tidak cepat habis, maka perlu
              bijak mengelola THR yang didapatkan pada hari raya.

              "Pola pikir kita mengenai THR perlu diubah, THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan
              semua  pada  saat  hari  raya,"  ujar  Mike  pada  acara  Webinar  dengan  tema  "Cerdas  Kelola
              Tunjangan Hari Raya" yang diselengarakan oleh Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 Dan
              Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (21/4).

              Mike  menjabarkan  THR  perlu  dikelola  dengan  bijak  dengan  THR  dibagi  kebeberapa  pos
              pengeluaran.  Pos  pengeluaran  THR  yang  pertama  adalah  untuk  prioritas,  prioritas  ini  bukan
              kebutuhan  sehari-hari  seperti  pengluaran  listrik.  Prioritas yang  dimaksud  Mike  adalah,  untuk
              menabung dana darurat, pelunasan hutang, serta investasi untuk masa depan.

              "Dana darurat sangat penting karena masa epidemi ini situasi yang tidak pasti. Proporsi untuk
              pos prioritas ini adalah 10-30 persen dari THR yang didapat," ucap Mike.
              Mike menjabarkan pos pengeluaran THR selanjutnya adalah zakat, infak, dan sedekah dengan
              proporsi  10  persen dari THR.  Pengeluaran  untuk  sajian  khas  hari  raya  sebesar  5  sampai  15
              persen dari THR. Pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan sebesar 5
              persen 15 persen dari THR yang di dapat.

              "Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai mesti baru, upayakan belanja berdasarkan
              kebutuhan  bukan  atas  dasar  keinginan,"  lanjut  Mike.  Mike  menambahkan  dana  THR  dapat
              digunakan untuk keperluan lainnya seperti liburan, halal bihalal, renovasi rumah. "Keperluan
              seperti ini dialokasikan hanya sekitar 10 persen sampai 15 persen," kata Mike.

              Direktur Pengupahan Ditjen PHI JSK Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani mengatakan di tengah
              pademi Covid-19, THR wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya,
              baik perusahaan lama maupun baru. "THR sekurang-kurangnya dibayarkan tujuh hari sebelum
              hari raya," ujar Dinar.

              Dinar menjelaskan pada pademi Covid-19 ini bagi perusahaan yang terkena dampak pademi dan
              tidak mampu membayar THR sesuai dengan waktu yang ditentukan, perusahan tersebut tetap
              wajib membayar THR. Ketentuan bagi perusahaan yang tidak mampu bayar THR tepat waktu,
              maka  perlu  adanya  dialog  antara  pengusaha  dan  pekerja  untuk  kesepakatan  tertulis.
              Kesepakatan tertulis dalam bentuk perjanjian antara pekerja dengan pengusaha.

              "Perjanjian tertulis yang berisi kesepakatan harus dilaporkan perusahaan kepada Dinas Tenaga
              Kerja  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya  keagamaan.  THR  dapat  memulihkan  ekonomi
              nasional dari dampak pademi Covid-19," ungkap Dinar.

              Dinar mengatakan perusahaan atau pengusaha yagn terlambat membayar THR dikenakan denda
              5 persen dari jumlah THR yang dibayarkan kepada para pekerjanya. Denda tersebut dikelola dan
              dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja.

              "Sedangkan perusahaan yang tidak membayar THR maka ada sanksi yang akan diberlakukan,
              pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara bagi sebagian atau seluruh alat produksi,
              hingga  pembekuan  kegiatan  usaha,"  kata  Dinar.  Direktur  Komunikasi  Korporat,  Danone
              Indonesia  Arif  Mujahidin  mengatakan  THR  merupakan  salah  satu  bentuk  dukungan  kepada
              karyawan. "Ketika karyawan bahagia, maka produktivitas pun ikut meningkan," kata Arif.
                                                           32
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38