Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 37

Hari  Raya  atau  jika  diperkirakan,  akan  jatuh  pada  Kamis  mendatang  (13/5),  paling  lambat
              dibayarkan  pada  Kamis  mendatang  (6/5).  Untuk  itu,  disperinaker  telah  mengirimkan  surat
              kepada para pengusaha di daerahnya agar mematuhi hal tersebut. "SE ini baru terbit kemarin
              (Selasa, 20/4, Red) dan telah kami teruskan ke sejumlah perusahaanyang ada," ungkap Kasi
              Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Dinas Perindustrian dan Tenaga
              Kerja (Disperinaker) Trenggalek Bambang Edi Murjito.

              Dia  melanjutkan,  dengan  terbitnya  SE  seperti  itu,  berarti  proses  pemberian  THR  tahun  ini
              berbeda pada tahun kemarin (2020, Red) kendati masih

              sama-sama dalam status pan-demi Covid-19. Sebab, tahun lalu berdasarkan pemberian THR bisa
              dilakukan  dengan  cara  bertahap  alias  dicicil.  Namun,  kini  harus  dibayar  penuh  berdasarkan
              ketentuan. "Berdasarkan SE tersebut, THRhu-kumnya wajib diberikan karena merupakan hak
              para karyawan dengan masa kerja minimal satu bulan," katanya.

              Sedangkan  ketika  ada  perusahaan  yang  dirasa  memiliki  keuangan  buruk,  perusahaan
              bersangkutan  boleh  menunda  pemberian  THR  setelah  Hari  Raya.  Namun  dengan  catatan,
              pengusaha bersangkutan terlebih dahulu mengumpulkan semua karyawannya dan melakukan
              sosialisasi  terkait  permasalahan  tersebut.  Sehingga  jika  dalam  sosialisasi  tersebut  semua
              karyawannya  tak  mempermasalahkan,  maka  pengusaha  bisa  terbebas  dari  kewajibannya
              tersebut  Sehingga  perlu  kesepakatan  semua  karyawannya  tanpa  kecuali.  Jika  hasil  telah
              disepakati, pengusaha membuat berita acara terkait hal tersebut, yang kemudian diserahkan ke
              disperinaker untuk ditindaklanjuti Kesepakatan tersebut bisa batal jika ada satu karyawan saja
              yang menolaknya

              Sedangkan untuk jumlah THR, ditentukan berdasarkan lama kerja dan jumlah gaji pokok setiap
              karyawan tersebut. Sebab, bagi karyawan yang memiliki masa kerja minimal satu tahun, akan
              mendapatkan besaran THR seperti satu kali gaji pokok. Sedangkan bagi karyawan yang masa
              kerja antara satu bulan hingga satu tahun, besaran THR ditentukan masa kerja dibagi 12 bulan
              dan dikalikan dengan jumlah gajinya. "Untuk itu, jika ada karyawan yang mendapatkan THR
              tidak sesuai ketentuan, silakan melapor. Kami akan meneruskan laporan itu ke Dinas Tenaga
              Kerja dan Trans-migrasi (Disnakertrans) Provinsi jaw'a Timur agar melakukan tindakan," jelas
              Bambang.

              Sementara itu, salah satu pekerja di Trenggalek, Handayani mengatakan, biasanya tempatnya
              bekerja membayar beberapa hari sebelum libur Hari Raya. Itu dilakukan untuk mengantisipasi
              para  karyawan  tak  masuk  kerja  karena  THR  telah  dibayar  di  awal  sehingga  perusahaan
              mengalami kerugian. "Hal ini sudah terjadi bertahun-tahun. Tak masalah yang penting THR tetap
              dibayar," tuturnya, (jaz/ed/tin)
























                                                           36
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42