Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 40

utama  nantinya  akan  dikoordinasikan  menggunakan  kantor  Dinas  Perindustrian  dan  Tenaga
              Kerja Sukoharjo sebagai pihak yang berwenang menangani masalah ketenagakerjaan.


              BURUH TERIMA PEMBAYARAN THR DICICIL SEGERA MELAPOR!

              SUKOHARJO  -  Forum  Peduli  Buruh  (FPB)  membuka  posko  pengaduan  berkaitan  dengan
              permasalahan  perburuan  agar  buruh  bisa  tetap  mendapatkan  hak.  Salah  satu  yang  akan
              ditangani yakni berkaitan dengan kerawanan pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri
              dilakukan perusahaan dengan cara dicicil. Buruh bisa melaporkan ke posko pengaduan apabila
              mengalami sistem pembayaran tersebut.

              Ketua  Forum  Peduli  Buruh  (FPB)  sekaligus  Ketua  Serikat  Pekerja  Republik  Indonesia  (SPRI)
              Sukoharjo, Sukarno, Rabu (21/4/2021) mengatakan, posko pengaduan berada di masing masing
              kantor  serikat  buruh  disetiap  perusahaan.  Sedangkan  posko  utama  nantinya  akan
              dikoordinasikan menggunakan kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo sebagai
              pihak yang berwenang menangani masalah ketenagakerjaan.

              FPB  Sukoharjo  sengaja  membuka  posko  pengaduan  mengingat  tingginya  tingkat  kerawanan
              pelanggaran pembayaran THR Idul Fitri pada buruh nanti. Sebab pembayaran THR Idul Fitri
              tahun 2021 ini kemungkinan besar akan dibayarkan dengan cara dicicil oleh pihak perusahaan
              sama seperti tahun 2020 lalu.

              "Kondisi  sekarang  buruh  banyak  yang  resah  dan  bertanya  ke  serikat  pekerja  terkait  nasib
              pembayaran  THR  Idul  Fitri.  Kami  akan  buat  posko  pengaduan  untuk  menerima  aduan  dan
              memantau proses pelaksanaan pembayaran THR di masing masing perusahaan," ujarnya.

              Posko pengaduan nanti dikatakan Sukarno tidak sekedar menerima pengaduan dari buruh di
              perusahaan besar saja. Tapi juga semua buruh yang bekerja di tempat usaha berskala kecil dan
              menengah. Sebab para buruh tersebut sudah dilindungi oleh Undang -Undang termasuk salah
              satunya hak mendapat THR Idul Fitri dibayar secara penuh.

              "Kami terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Salah
              satunya memantau apakah sekarang sudah ada perusahaan keberatan membayar THR Idul Fitri
              pada buruh. Hasilnya sementara belum ada," lanjutya.

              FPB Sukoharjo melihat kondisi tersebut sebuah dilema. Sebab di satu sisi perusahaan bersedia
              membayar  THR  Idul  Fitri  pada  buruh.  Tapi  disisi  lain  masih  akan  menunggu  sistem
              pembayarannya apakah dibayar langsung atau dicicil.

              "Paling sulit memantau buruh bekerja di tempat usaha kecil dan menengah. Sebab jumlahnya
              sangat banyak tersebar di banyak tempat. Buruh itu juga berhak dapat THR," lanjutnya.
              Sukarno mengatakan, buruh di Sukoharjo sudah satu suara menolak sistem pembayaran THR
              Idul Fitri tahun ini dibayarkan dengan cara dicicil oleh pihak perusahaan. Pembayaran THR dicicil
              tersebut sudah diwacanakan oleh pemerintah pusat dan diketahui buruh di Sukoharjo.

              Buruh di Sukoharjo meminta pada pemerintah agar perusahaan membayar THR langsung penuh
              atau tunai 100 persen dan tidak dicicil. Hal itu sesuai dengan ketentuan sistem pembayaran THR
              sebelumnya seperti dijalankan pada tahun lalu. Disisi lain pembayaran THR secara tunai juga
              sudah menjadi hak buruh yang dilindungi Undang Undang.
              Pembayaran THR dengan cara dicicil ditegaskan Sukarno akan menghilangkan hak buruh setelah
              lama bekerja. Disisi lain, buruh juga sangat mengharapkan pembayaran THR secara tunai untuk
              memenuhi kebutuhan hidup keluarga ditengah pandemi virus Corona.

                                                           39
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45