Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 41
"Buruh di Sukoharjo menolak pembayaran THR Idul Fitri tahun ini dibayarkan dengan cara dicicil.
Buruh meminta agar pembayaran bisa langsung penuh atau tunai 100 persen untuk memenuhi
kebutuhan hidup buruh ditengah pandemi virus Corona dimana keadaan ekonomi semakin sulit,"
ujarnya.
Penolakan sistem dicicil dan permintaan pembayaran THR secara tunai sudah disampaikan buruh
melalui serikat pekerja ke masing masing perusahaan. Permohonan resmi juga telah disampaikan
kepada dinas terkait.
SPRI Sukoharjo juga meminta pada pemerintah pusat agar tidak mengeluarkan surat edaran
bagi perusahaan terkait kelonggaran pembayaran THR Idul Fitri tahun ini. Sebab keberadaan
surat edaran tersebut nantinya akan sangat meresahkan bagi buruh dimana bisa dipakai
perusahaan membayar THR dengan cara dicicil.
Pemerintah diharapkan SPRI Sukoharjo justru lebih memihak buruh dengan meminta
perusahaan segera membayar THR secara tunai 100 persen. Sebab aktivitas usaha perusahaan
sekarang sudah kembali normal.
"Pengalaman tahun lalu dimana saat awal pandemi virus Corona ada kelonggaran bagi
perusahaan membayar THR dengan cara dicicil. Buruh justru sulit menerima hak karena THR
tidak segera ada kejelasan kapan akan dibayarkan," lanjutnya.
Atas pengalaman tahun lalu, SPRI Sukoharjo meminta agar perusahaan bisa membayar THR
buruh secepatnya. Kalaupun ada kemunduran waktu tidak melebihi setelah Lebaran.
SPRI Sukoharjo masih akan terus mengikuti perkembangan kebijakan lanjutan dari pemerintah
pusat terkait pembayaran THR Idul Fitri tahun ini. Pemantauan juga akan dilakukan di
perusahaan sebagai antisipasi terjadinya pelanggaran pembayaran THR kepada buruh.
"Buruh tetap berhak menerima pembayaran THR. Apabila ada pelanggaran maka buruh
dipersilahkan melapor ke kami atau serikat pekerja di perusahaan tersebut," lanjutnya. (Mam).
40

