Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 45
2.022.200 - Rp 3.373.600,00 - Golongan IIb: Rp 2.208.400 - Rp 3.516.300,00 - Golongan IIc:
Rp 2.301.800 - Rp 3.665.000,00 - Golongan IId: Rp 2.399.200 - Rp 3.820.000,00 Golongan III
(lulusan S1 hingga S3) - Golongan IIIa: Rp 2.579.400 - Rp 4.236.400,00 - Golongan IIIb: Rp
2.688.500 - Rp 4.415.600,00 - Golongan IIIc: Rp 2.802.300 - Rp 4.602.400,00 - Golongan IIId:
Rp 2.920.800 - Rp 4.797.000,00 Golongan IV - Golongan IVa: Rp 3.044.300 - Rp 5.000.000,00
- Golongan IVb: Rp 3.173.100 - Rp 5.211.500,00 - Golongan IVc: Rp 3.307.300 - Rp 5.431.900,00
- Golongan IVd: Rp 3.447.200 - Rp 5.661.700,00 - Golongan IVe: Rp 3.593.100 - Rp
5.901.200,00 Besaran THR karyawan swasta Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah,
menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang
wajib diabayarkan maksimal 7 hari sebelum Lebaran.
Dalam SE Pelaksanaan THR yang ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia, Ida
mengimbau agar perusahaan membayarkan THR pekerja tahun 2021 secara penuh. Hal ini wajib
dilakukan mengingat pada tahun 2020 pemerintah telah memberikan banyak keringanan kepada
para pengusaha.
Ida mengatakan, SE pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021
tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 terkait
Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dalam aturannya,
pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa
kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.
THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
tertentu.
Terkait jumlah besaran, Ida juga menjelaskan. Yakni: 1. bagi pekerja/buruh yang mempunyai
masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar
1 bulan upah.
2. Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus
menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan
perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.
3. Adapun bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah
mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
4. Kemudian, bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah
1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Sebagian dengan judul Menko Airlangga Hartarto: Pemberian THR Bagian Pemulihan Ekonomi,
Memperkuat Daya Beli Masyarakat.
44

