Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 43

KABAR TERBARU PENCAIRAN THR DARI MENKO AIRLANGGA HARTARTO, JADWAL,
              GOLONGAN PENERIMA HINGGA BESARAN
              TRIBUN-TIMUR.COM - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menegaskan kepada
              pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan dan buruh pada lebaran
              2021. Pembayaran THR merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi di
              Indonesia akibat pandemi. THR menjadi instrumen pendorong konsumsi menjelang Idul Fitri
              1442 H.

              Airlangga mengatakan THR akan memperkuat daya beli masyarakat dan menstimulasi aktivitas
              konsumsi  dan  belanja  masyarakat.  Bahkan  Pemerintah  memperkirakan  adanya  potensi  riil
              peningkatan  konsumsi  sebesar  Rp  151,2  triliun  dari  pemberian  THR  dan  gaji  ke-13  pada
              Ramadhan 1442 H dan Lebaran 2021.

              "THR  ini  untuk  meningkatkan  daya  beli  masyarakat  dan  menggerakan kinerja  perekonomian
              secara keseluruhan, terutama pada triwulan II-2021," ujar Airlangga, Rabu (21/4/2021).
              Potensi  peningkatan  konsumsi  itu  diperkirakan  akan  muncul  dari  karyawan  yang  menjadi
              anggota BPJS Tenaga Kerja yang diperkirakan mencapai 20 juta orang. Jika per orang kurang
              lebih mendapatkan THR sebesar Rp5 juta, maka potensi konsumsinya sebesar Rp100 triliun.

              Sementara untuk pekerja formal yang non anggota BPJS Tenaga Kerja diperkirakan sebanyak
              36 juta orang. Apabila per orang mendapatkan THR kurang lebih sebesar Rp2 juta maka potensi
              konsumsinya sebesar 72 triliun rupiah.

              Untuk ASN (aparat sipil negara), TNI dan Polri di Indonesia diperkirakan terdapat 4,3 juta orang
              yang menerima THR, dimana per orang kurang lebih mendapatkan Rp5 juta. Selain itu ada gaji
              ke-13 yang diterima ASN, TNI dan Polri yang diperkirakan sebesar Rp5 juta.

              Potensi konsumsi  dari  sektor  ini  diperkirakan  mencapai  43  triliun  rupiah.  Namun  pemerintah
              hanya memperkirakan sekitar 70 persen potensi THR tersebut yang akan dipergunakan untuk
              konsumsi yakni sebesar 151,2 triliun rupiah.

              Angka tersebut meski hanya sebesar dua persen dari total konsumsi rumah tangga nasional,
              namun  akan  tetap  cukup  tinggi.  THR  diyakini  akan  menggerakkan  perekonomian  sepanjang
              bulan Ramadan dan lebaran.

              Pada tahun 2020 Badan Pusat Statistik menyatakan telah terjadi penurunan konsumsi rumah
              tangga sebesar 2,63 persen. Lewat adanya kepastian THR tadi, diharapkan tahun 2021 ini tidak
              terjadi lagi. Bahkan diharapkan terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

              Sebagai  implementasi  UU  Cipta  Kerja  yang  diberlakukan  pemerintah,  maka  pekerja  kontrak
              waktu tertentu (PKWT) dan pekerja kontrak waktu tidak tertentu (PKWTT) juga harus menerima
              uang THR mereka.

              Besaran uang yang diterima oleh para PKWT dan PKWTT itu seperti diatur dalam UU Cipta Kerja
              adalah masa kerja 12 bulan penuh akan menerima THR sebesar satu bulan upah. Sementara
              bagi pekerja yang minimal sudah bekerja satu bulan hingga kurang dari 12 bulan juga akan
              menerima THR. Perhitungannya, adalah masa kerja dibagi 12 bulan dan dikalikan satu bulan
              upah.

              Untuk pekerja harian yang bekerja lebih dari 12 bulan pun sama. Mereka akan menerima THR
              sebesar 1 bulan upah yang dihitung dari rata-rata upah setiap bulannya. Begitu pula pekerja
              harian yang bekerja minimal satu bulan hingga kurang dari 12 bulan skema pembayaran THR
              satu bulan upah yang diambil dari rata-rata 12 bulan upah terakhirnya.


                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48