Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 48
"SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia," kata Menaker
Ida dalam Virtual Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021, Senin (12/4) pekan lalu.
Ida menegaskan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan
oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh
merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam
merayakan hari raya keagamaan.
"Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini. THR tentu dapat menstimulus konsumsi
masyarkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Karena itu pula, Ida mengharapkan perusahaan agar dapat melaksanakan waktu pembayaran
THR Keagamaan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan. SE pelaksanaan THR ini
sendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya
Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah
mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan juga diberikan
kepada pekerja/ buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan
perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.
Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi
pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang
dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi
12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.
Adapun bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah
mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja/ buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah
1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. tim
47

