Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 51
POSKO PENGADUAN THR DIBUKA
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang mulai membuka posko
pengaduan tunjangan hari raya (THR). Posko THR tersebut membuka kesempatan bagi
karyawan untuk konsultasi maupun mengadukan terkait persoalan THR. “Jadi misalnya ada
pegawai yang tidak menerima THR, maka dipersilakan untuk mengadu di sini. Nanti akan kami
layani sesuai dengan kerja ASN yang berlaku,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial pada
Disnakertrans Kota Serang Syafaat, Rabu (21/4/2021).
Ia menjelaskan, seluruh perusahaan di wilayah Kota Serang wajib membayar THR secara penuh
kepada karyawannya. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker)
Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja Buruh di Perusahaan dan Surat
Edaran Menaker Nomor M/HK.04/IV/2021. Namun, bagi perusahaan yang masih terdampak
pandemi Covid-19 bisa membayarkan THR dengan dua kali pembayaran.
“Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kalau perusahaan tidak bisa membayarkan (THR)
sekaligus, itu bisa dilakukan dua kali. Asalkan tidak melewati Hari Raya Idulfitri, jadi ketika
Idulfitri sudah terbayarkan lunas hak pekerja oleh perusahaan," ujarnya. Ia menuturkan, kondisi
ini berbeda dengan tahun sebelumnya ketika awal pandemi.
Tahun lalu, perusahaan boleh membayar setengah dari kewajiban membayar THR. “Memang
masih pandemi Covid-19, tapi tahun ini THR-nya harus sepenuhnya sesuai dengan ketetapan,”
ucapnya. Sesuai ketentuan Permenaker tentang pemberian THR bagi pegawai yang sudah
bekerja selama 12 bulan berhak mendapatkan satu kali gaji.
Sementara, untuk pekerja yang masa kerjanya belum setahun diberikan THR yang proporsional,
dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 (bulan) dikali upah sebulan. “Tentu ini berdasarkan
ketentuan dari Permenaker dan Surat Edaran,” tuturnya. Selain membuka posko pengaduan,
Disnakertrans juga akan melakukan uji petik monitoring terhadap perusahaan yang ada di Kota
Serang.
Hal itu untuk mengetahui apakah perusahaan bersedia memberikan THR sesuai ketentuan yang
berlaku. Salah satunya THR harus dibayarkan tujuh hari sebelumnya hari raya. “Kami telah
memilih 90 dari total 500 perusahaan yang ada di Kota Serang, nanti itu akan kami uji petik,”
katanya.
Kepala Disnakertrans Kota Serang Akhmad Benbela mengatakan, jika ada perusahaan yang telat
membayarkan THR akan dikenakan sanksi mulai dari teguran sampai dengan pencabutan izin
usaha. Dalam uji petik nanti akan ada formulir isian bagi perusahaan tentang kesanggupan
mereka membayarkan THR kepada karyawan. “Tapi, dari tahun kemarin juga tidak ada
perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada karyawannya,” ujarnya.
(Rizki/H-42)***
50

