Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 54

Dikatakan,  Menteri  Tenaga  Kerja  meminta  Gubernur  dan  Bupati/Walikota  untuk  ikut
              berpartisipasi dalam pengawasan pembayaran THR.
              "Posko akan dibuka setelah melakukan monitoring ke setiap perusahaan. Nanti kami stand by,
              didepan perusahaan akan ada pos pelayanan. Nanti akan sekalian dijadikan posko pengaduan
              juga" kata Bambang kepada Sumeks, Rabu (21/4).

              Bambang mengatakan, keberadaan Posko ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2021 tentang pelaksanaan pemberian THR 2021 bagi pekerja
              atau buruh di perusahaan.

              Bambang meminta kepada pekerja yang tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya atau THR dari
              perusahaan untuk melaporkan langsung kepada petugas posko pengaduan. Selanjutnya, akan
              ditindak  oleh  pengawas  ketenagakerjaan  (Wasnaker)  "Kami  tidak  akan  memberikan  sanksi
              administratif seperti pembatasan operasional hingga pencabutan izin bagi perusahaan yang tidak
              mengeluarkan THR. Karena, kalau perusahaan yang operasionalnya dibatasi dan izinnya dicabut,
              pasti akan ada pekerja yang di PHK," katanya.

              Dijelaskan, THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan
              kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja
              waktu tertentu.
              "Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah," pungkasnya. (kga)


















































                                                           53
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59