Page 379 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 379

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Andri Yansah mengatakan, dirinya
              sudah  menginstruksikan  kepada  seluruh  suku  dinas  (sudin)  untuk  mendirikan  posko
              pengawasan.

              "Kepada  sudin-sudin  untuk  buat  posko  pengawasan  THR.  Kan  kemarin  sudah  dibuat  (posko
              pengawasan) Kementerian di tingkat nasional, sekarang di tingkat daerah," kata Andri ketika
              ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/4).

              Setelah mendirikan posko tersebut, Pemprov DKI segera menyosialisasikan segala ketentuan
              terkait THR kepada perusahaan maupun organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN)
              serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

              "Kami sosialisasikan terkait masalah edaran Kemenaker, dan yang saya kuatkan edaran dari kami
              bahwa melakukan pembayaran THR tepat waktu dan tidak dicicil," ujar Andri.

              Kendati begitu, Andri mengatakan pihaknya bisa saja menerapkan kebijakan asimetris, sama
              seperti menerapkan penentuan upah minimum provinsi atau UMP tahun 2021.

              Menurut  Andri,  kebijakan  asimetris  itu  bisa  diterapkan  kepada  perusahaan  yang  kondisi
              ekonominya masih terdampak pandemi covid-19.

              "Jadi tetap bahwa edarannya mengatakan semua perusahaan di DKI bayar THR tepat waktu dan
              tidak dicicil. Pertanyaan tadi ya ajukan saja. Setelah ada ketetapan dari kementerian dan surat
              edaran kami sudah siap,"kata dia.

              Kewajiban itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
              Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

              Namun demikian, pemerintah memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang masih terdampak
              pandemi  covid-19  dan  tak  mampu  membayar  THR  sesuai  waktu  yang  ditentukan.  Ida
              menyatakan kelompok perusahaan tersebut bisa membayar THR maksimal H-1 Lebaran.

              (dmi/kid).






























                                                           378
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384