Page 396 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 396

KADISNAKERTRANS DKI PERINTAHKAN SUDIN BENTUK POSKO PENGAWASAN THR

              JAKARTA - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi(Kadisnakertrans) DKI Jakarta
              Andri Yansyah mengatakan, pihaknya memerintahkan seluruh suku dinas di wilayahnya untuk
              membentuk posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR).

              "Pertama kepada sudin-sudin untuk buat posko pengawasan THR . Kan kemarin sudah dibuat
              Kementerian di tingkat nasionl, sekarang di tingkat daerah sampai dengan tingkat sudin," kata
              Andri di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

              Setelah  dibuat  posko,  lanjut  Andri,  jajarannya  akan  melakukan  sosialisasi  kepada  para
              pengusaha mengenai pembagian THR.

              Pemerintah Diminta Rampungkan Payung Hukum Pencairan THR "Nanti setelah dibuatkan posko
              kita  memberikan  sosialisasi,  dan  sekarang  sedang  sosialiasi  terus  nih  kepada  kemarin  kita
              lakukan ke teman-teman kadin, dalam waktu dekat dengan Apindo," tambahnya.

              Materi sosialisasi, agar para pengusaha tepat waktu dan tidak menyicil pembayaran THR kepada
              para karyawannya.

              "Dalam arti kata, kita sosialisasikan terkait masalah edaran kemenaker. Dan yang saya kuatkan
              edaran dari kita bahwa melakukan pembayaran THR tepat waktu dan tidak dicicil," tegasnya.

              Posko  THR  2021  Diluncurkan,  Perusahaan  Nakal  Siap-Siap  Kena  Sanksi  Sekadar  informasi,
              Kementerian Ketenagakerjaan secara resmi mewajibkan para pengusaha untuk membayarkan
              Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja atau buruhnya secara penuh dan tepat waktu
              yakni tujuh hari sebelum hari raya keagamaan atau H-7. Aturan ini berlaku untuk semua sektor,
              tanpa terkecuali.

              Menteri KetenagakerjaanIda Fauziyahmengatakan THR keagamaan merupakan pendapatan non
              upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.

              Pembayaran THR keagamaan ini sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan
              dan  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  nomor  6  tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

              "Ketentuan THR tahun 2021 sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri nomor 6 tahun 2016
              bahwa pembayaran THR harus diberikan H-7 sebelum hari raya itu sendiri tiba," ujar Ida, dalam
              konferensi pers virtual, Senin, 12 April 2021.

              Ida  mengatakan  bahwa  pembahasan  pembayaran  THR  keagamaan  tahun  ini  merupakan
              masukan dari lembaga kerja sama tripartit nasional dan tim kerja dewan pengupahan nasional
              (Depenas), serta komunikasi yang intens dengan pengusaha maupun serikat pekerja atau buruh.

              (mhd).









                                                           395
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401