Page 443 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 AGUSTUS 2021
P. 443
Judul Menaker Ajak ASEAN Kerjasama Tangani Dampak Covid-19 Bagi
Pekerja Perempuan
Nama Media rmol.id
Newstrend Dampak COVID-19 Bagi Pekerja Perempuan
Halaman/URL https://rmol.id/read/2021/08/27/502069/menaker-ajak-asean-
kerjasama-tangani-dampak-covid-19-bagi-pekerja-perempuan
Jurnalis Sarah Meiliana Gunawan
Tanggal 2021-08-27 17:32:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Negara-negara anggota dan mitra ASEAN perlu bekerja sama, berbagi pengalaman dan inisiatif
untuk menangani dampak Covid-19 bagi para pekerja, khususnya angkatan kerja perempuan.
Begitu yang dikatakan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam sambutannya ketika
membuka Workshop Regional ASEAN mengenai "Peningkatan Peran dan Perlindungan
Perempuan dalam Angkatan Kerja untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi" dari
Tangerang Selatan, Banten pada Kamis (26/8).
MENAKER AJAK ASEAN KERJASAMA TANGANI DAMPAK COVID-19 BAGI PEKERJA
PEREMPUAN
Negara-negara anggota dan mitra ASEAN perlu bekerja sama, berbagi pengalaman dan inisiatif
untuk menangani dampak Covid-19 bagi para pekerja, khususnya angkatan kerja perempuan.
Begitu yang dikatakan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam sambutannya ketika
membuka Workshop Regional ASEAN mengenai "Peningkatan Peran dan Perlindungan
Perempuan dalam Angkatan Kerja untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi" dari
Tangerang Selatan, Banten pada Kamis (26/8).
"Saya ingin menarik perhatian para peserta yang terhormat untuk mengambil peran aktif dalam
diskusi dan dapat mengambil referensi tentang bagaimana meningkatkan peran dan
perlindungan angkatan kerja perempuan dalam kegiatan ekonomi dan pasar tenaga kerja selama
masa pandemi," ujar Ida.
Ida kemudian mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk bekerjasama membangun daya
saing, ketahanan, dan ketangkasan dalam menghadapi masa depan kerja, serta selalu siap
dengan potensi dampak pandemi, krisis ekonomi, atau bencana alam yang akan terjadi di masa
depan.
442

