Page 499 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 AGUSTUS 2021
P. 499

Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe menyampaikan permintaan maaf atas adanya kejadian
              tersebut.
              Juru Bicara Manajemen PT OSS Tommy, di Kendari, Kamis (26/8/2021), menjelaskan tindakan
              tersebut dilakukan para TKA asal China itu secara spontan. Para TKA yang membunuh dengan
              cara menguliti buaya tersebut, tidak tahu-menahu tentang aturan perlindungan hewan.

              "Jadi buaya tersebut akan dikonsumsi oleh mereka, dan untuk aturan buaya dilarang dibunuh
              mereka tidak tahu. Oleh karena itu, dengan tindakan tersebut, kami pihak Manajemen PT OSS
              meminta maaf atas tindakan tersebut, dan memastikan tindakan serupa tidak akan terjadi lagi,"
              ujar Tommy.

              Dia  menjelaskan,  buaya  tersebut  didapatkan  TKA  dari  masyarakat  setempat  yang  menjual
              kepada TKA. Masyarakat menangkap buaya tersebut di sekitaran Kali Pohara.

              "Jadi  TKA  mendapatkan  binatang  buas  itu  dari  masyarakat  yang  menjual,  dimana  setelah
              masyarakat menangkap buaya itu, kemudian menawarkan kepada TKA," ujar Tommy.

              Sebelumnya, Kepala BKSDA Sultra Sakrianto Djawie mengatakan tindakan membunuh buaya
              tidak dapat dibenarkan, karena buaya merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi sesuai
              Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

              "Kami sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan langsung menurunkan tim ke
              lokasi tambang yang menurut informasi kami terima adalah tempat kejadian penemuan buaya.
              Seperti yang viral di media sosial, sudah dikuliti dan dibunuh," kata dia.

              BKSDA Sultra mengeluarkan pernyataan sekaligus akan mengusut pembunuhan dengan cara
              menguliti  seekor  buaya  yang  diduga  dilakukan  pekerja  asing  pada  perusahaan  tambang  di
              Kabupaten Konawe itu. (Sumber: Antara).







































                                                           498
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504