Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 110

Suhartono  mengimbau  semua  pelaku  usaha  untuk  semakin  terbuka  dan  memberikan  akses
              kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas, mengingat mereka berhak berpartisipasi
              dan  berperan  serta  dalam  pembangunan  untuk  mencapai  kemandirian  dan  meningkatkan
              kesejahteraan ekonominya.

              Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, pemerintah diwajibkan untuk mendukung
              dan memberikan apresiasi kepada dunia usaha yang mempekerjakan penyandang disabilitas.

              Ia menambahkan, pemberian penghargaan dalam berbagai bentuk diharapkan dapat memotivasi
              perusahaan  pemberi  kerja  untuk  terus  berkomitmen  dan  semakin  terbuka  mewujudkan
              pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan.

              "Saat ini, dunia usaha sangat memerlukan dukungan fasilitasi, akomodasi yang layak berupa
              peralatan  produksi  atau  peralatan  kerja  yang  membantu  keberlanjutan  usaha  maupun
              keberlanjutan kerja para penyandang disabilitas," katanya.

              Suhartono berharap, rakor percepatan penyelenggaraan ULD mampu mewujudkan komitmen
              pemda dalam pelayanan ketenagakerjaan inklusif bagi para penyandang disabilitas, agar mereka
              mampu mewujudkan peran dan partisipasinya dalam pembangunan atas dasar kesetaraan.

              Sementara  itu,  Plt.  Direktur  Bina  PTKDN,  Nora  Kartika  Setyaningrum,  dalam  laporannya
              menyatakan, sesuai PP Nomor 60 Tahun 2020, penyelenggaraan ULD bidang Ketenagakerjaan
              wajib dilaksanakan oleh Disnaker provinsi dan kabupaten/kota dan membutuhkan kerja sama
              lintas sektor.

              Menurutnya,  untuk  mendukung  percepatan  penyelenggaraan  ULD  Bidang  Ketenagakerjaan,
              maka diperlukan diseminasi informasi tentang kebijakan dan teknis penyelenggaaannya kepada
              pemda dengan melibatkan kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan terkait.

              "Hal  ini  penting  untuk  memperkuat  pemahaman  semua  pemangku  kebijakan  di  pemda
              menjadikan  layanan  disabilitas  bidang  ketenagakerjaan,  sebagai  bagian  dari  perencanaan,
              penyelenggaraan, dan evaluasi kebijakan dan program pembangunan daerah," ujarnya.

              Nora  menambahkan,  rakor  digelar  selain  sebagai  bentuk  peningkatan  kesadaran  untuk
              memberikan  pelayanan  ketenagakerjaan  yang  inklusif  bagi  penyandang  disabilitas,  juga
              bertujuan untuk memperluas akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui
              layanan ketenagakerjaan yang inklusif disabilitas.

              "Sehingga  mereka  mampu  berpartisipasi  sebagai  warga  negara  atas  dasar  kesamaan  hak,
              kesetaraan, dan tanpa diskriminasi, " katanya.

              Rakor dihadiri oleh Sekda Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, 40 peserta secara luring, dan
              215  orang  secara  daring  yang  terdiri  dari  Sekretaris  Daerah,  Ketua  DPRD,  Kepala  Bappeda,
              Kadisnaker, Kadissos, perwakilan Apindo, Kepala Organisasi Penyandang Disabilitas, di seluruh
              Provinsi Jawa Barat.















                                                           109
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115