Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 106

PEMPROV JABAR DAN KEMENAKER TEKEN MOU TENTANG UNIT LAYANAN
              DISABILITAS
              Bandung  -  Sekretaris  Daerah  (Sekda)  Provinsi  Jawa  Barat  (Jabar)  Setiawan  Wangsaatmaja
              menandatangani  nota  kesepahaman  (MoU)  antara  Pemda  Provinsi  Jabar  dan  Kementerian
              Ketenagakerjaan  tentang  Percepatan  Penyelenggaraan  Unit  Layanan  Disabilitas  Bidang
              Ketenagakerjaan.

              Penandatanganan  yang  berlangsung  di  Kota  Bandung,  Kamis,  merupakan  tindak  lanjut  dari
              Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  60  Tahun  2020  tentang  Unit  Layanan  Disabilitas  Bidang
              Ketenagakerjaan.

              Setiawan menilai penting unit layanan disabilitas. Sebab, fungsi unit layanan tersebut meliputi
              pendampingan  kepada  peserta  didik,  pengembangan  program  kompensatorik,  penyediaan
              media pembelajaran dan alat bantu, layanan deteksi dini dan intervensi dini, dan penyediaan
              layanan konsultasi.
              "Implementasi untuk unit pelayanan disabilitas ini menjadi penting menurut hemat kami," kata
              Setiawan.

              Hingga  Februari  2021,  jumlah  penyandang  disabilitas  di  Jabar  mencapai  23.556  orang.  Dari
              jumlah tersebut, hanya 1.478 penyandang disabilitas yang bekerja. Menurut Setiawan, hal itu
              diakibatkan kurangnya fasilitas yang dapat mendukung kinerja penyandang disabilitas, bukan
              akibat kurangnya kemampuan atau skill.

              "Kalau yang kami pahami, sebetulnya teman-teman disabilitas juga banyak yang mempunyai
              kemampuan. Tetapi yang harus dibantu oleh kita semua adalah terkait dengan fasilitasnya yang
              memang bisa mendukung mereka untuk bisa bekerja dengan semestinya," ujarnya.

              Setiawan  menuturkan,  pihaknya  sudah  menyerap  aspirasi  dan  berdiskusi  dengan  asosiasi-
              asosiasi  penyandang  disabilitas.  Dalam  diskusi  tersebut,  asosiasi  penyandang  disabilitas
              berharap  dapat  mengisi  seluruh  formasi  pekerjaan.  Namun,  terhambat  fasilitas  yang  dapat
              mendukung kinerja penyandang disabilitas.

              "Saya mempunyai pengalaman ketika kita menindaklanjuti Peraturan Pemerintah terkait dengan
              1-2 persen jumlah formasi harus kita alokasikan untuk penyandang disabilitas. Dan kami banyak
              berdialog dengan asosiasi disabilitas. Salah satunya adalah, sebetulnya, mereka menginginkan
              semua teman-teman disabilitas bisa mengisi seluruh formasi (pekerjaan)," katanya.

              "Tapi sekali lagi poinnya adalah mereka harus perhatikan fasilitas di tempat kerjanya nanti harus
              seperti apa," katanya.

              Oleh  karena  itu,  Setiawan  berharap  dengan  adanya  MoU  dan  unit  layanan  disabilitas,  dapat
              menjawab kesulitan para penyandang disabilitas supaya terserap ke dalam peluang kerja yang
              lebih luas.












                                                           105
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111