Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 119
Perlindungan itu ditandai dengan penyerahan tanda bukti kepesertaan oleh Account
Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumenep kepada salah seorang di
antara mereka di acara Pembukaan Pelatihan Kerja di Ruang Pertemuan BLKK Nasy'atul
Muta'allimin, Rabu (2/6/2021).
Kepala BPJAMSOSTEK Madura, Vinca Meitasari mengatakan, hal itu sangat tepat, karena mereka
masih dalam taraf belajar bekerja, sehingga rawan mengalami kecelakaan kerja dan patut
dilindungi.
"Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja tidak hanya di saat peserta sedang mengikuti pelatihan
kerja di BLKK, tapi sejak mereka berangkat dari rumah sampai tiba kembali di rumah," lanjut
Vinca.
Dijelaskan, jaminan sosial akan diberikan jika peserta mengalami kecelakaan kerja, dimana
seluruh bea pengobatan dan perawatan di rumah sakit sampai sembuh ditanggung penuh oleh
BPJAMSOSTEK.
Juga, jika kecelakaan kerja berakibat meninggal dunia, ahli warisnya diberikan santunan 48 x
upah. Dan jika meninggal dunia biasa atau tidak ada hubungannya dengan pelatihan kerja,
santunan untuk ahli warisnya Rp 42 juta.
Vinca berharap didaftarkannya peserta pelatihan kerja oleh BLKK Yayasan Nasy'atul Muta'allimin
Sumenep ke BPJAMSOSTEK ini diikuti seluruh BLKK se-Sumenep bahkan se-Madura. Hal ini
sesuai arahan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan
Republik Indonesia.
Sementara, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Sumenep, Ihsan, menambahkan, masa perlindungan
bagi peserta pelatihan kerja di BLKK Nasya'atul Muta'allimin ini selama 2 bulan masa pelatihan
kerja, mulai Juni sampai Juli 2021.
Menurutnya, BLKK Nasy'atul Muta'allimin merupakan BLK Komunitas pertama di Sumenep yang
mendaftarkan peserta pelatihan kerja ke BPJAMSOSTEK. "Harapan kami ini akan diikuti oleh 13
BLKK lain yang ada di Kabupaten Sumenep," ucapnya.
"Ini penting untuk memberi kepastian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada peserta
pelatihan kerja di BLKK, sesuai regulasi yang ada," tambahnya. [geh].
118

