Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 122
Judul Jabar-Kemenaker Teken MoU Soal Unit Layanan Disabilitas Bidang
Ketenagakerjaan
Nama Media merdeka.com
Newstrend Rakor Percepatan Penyelenggaraan ULD Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/jabar-kemenaker-teken-mou-soal-
unit-layanan-disabilitas-bidang-ketenagakerjaan.html
Jurnalis Merdeka
Tanggal 2021-06-03 16:46:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja menandatangani
nota kesepahaman (MoU) antara Pemda Provinsi Jabar dan Kementerian Ketenagakerjaan
tentang Percepatan Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan.
Penandatanganan yang berlangsung di Vue Palace Hotel, Kota Bandung, Kamis (3/6/2021),
tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2020 tentang
Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan.
JABAR-KEMENAKER TEKEN MOU SOAL UNIT LAYANAN DISABILITAS BIDANG
KETENAGAKERJAAN
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja menandatangani
nota kesepahaman (MoU) antara Pemda Provinsi Jabar dan Kementerian Ketenagakerjaan
tentang Percepatan Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan.
Penandatanganan yang berlangsung di Vue Palace Hotel, Kota Bandung, Kamis (3/6/2021),
tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2020 tentang
Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan.
Setiawan menilai penting unit layanan disabilitas. Sebab, fungsi unit layanan tersebut meliputi
pendampingan kepada peserta didik, pengembangan program kompensatorik, penyediaan
media pembelajaran dan alat bantu, layanan deteksi dini dan intervensi dini, dan penyediaan
layanan konsultasi.
"Implementasi untuk unit pelayanan disabilitas ini menjadi penting menurut hemat kami," kata
Setiawan.
Hingga Februari 2021, jumlah penyandang disabilitas di Jabar mencapai 23.556 orang. Dari
jumlah tersebut, hanya 1.478 penyandang disabilitas yang bekerja. Menurut Setiawan, hal itu
121

